Tampilkan postingan dengan label Mountaineering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mountaineering. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Agustus 2018

Agustusan 2018 ke G.Prau bersama si kecil Caca (2th7bln) jalur Dieng Wetan




     Perjalanan ke G.Prau ini adalah mimpi/keinginan ku sejak beberapa tahun lalu, dan Alhamdulilllah tahun ini terwujud bahkan bersama suami dan anak kami (Caca).
Sebagaimana mimpi ku ke Lombok dari beberapa tahun lalu untuk naik G, Rinjani lalu main ke Lomboknya atau pun honeymoon ke Lombok, pengeeen banget terwujud saat itu. Jadi th 2014, sudah beli tiket PP ke Lombok untuk ke Rinjani, eh batal karena Adek cowo nikah nya dimajuin, lalu habis nikah sudah beli tiket juga mau Rinjani sama suami n teman, batal juga karena hamil, Alhamdulillah kesampaian tahun 2018 bulan Januari lalu, bersama suami dan anak pas acara kantor.
Yaaa kadang doa-doa kita itu tidak langsung dikabulkan saat itu juga atau dalam waktu dekat tapi bisa juga dikabulkan beberapa waktu akan datang atau mungkin juga tidak dikabulkan.

Doa ku yang masih belum dikabulkan adalah bisa Ibadah ke Mekkah bersama Ibu, Suami juga Caca. Semoga segera terwujud, Aamiin Aamiin Ya Rabb.

        Jadi, G.Prau ini adalah salah satu gunung yang tidak terlalu tinggi, untuk pemula masih rekomen, maka aku dan suami, memberanikan diri untuk kesana dengan membawa Caca. Info dikumpulkan lewat jalur mana yang landai karena bawa anak juga dengan teman2, ada yang masih pemula juga, dikumpulkan massa yang akhirnya dapat 12 orang, bisa saja jadi 16 orang asal mobil elf nya ganti jadi 19 seat, tapi mobilnya sudah habis tersewa, jadi diputuskan hanya tetap 12 orang saja demi kenyamanan di dalam mobil tidak terlalu full orang.

Rencana pemberangkatan itu tgl 16-19 Agustus 2018, 16 Agus malam jam 20 tetapi mobil baru tiba pukul 22.50, langsung jalan dan keluar di tol jatiwaringin untuk menjemput 2 orang teman. Sebelum mobil tiba, 2 orang teman menunggu di lobby, teman lainnya menunggu di ruangan aku dan reni. Setelah dari jatiwaringin, masuk tol lagi dan terus meluncur sampai Dieng dengan beberapa kali istirahat, sampai lah di Dieng sekitar pukul 15.30-an, langsung daftar untuk 13 orang, ada yang mandi n packing ulang, makan sebelum nanjak dan tepat setelah maghrib kita berangkat.



Bismillah, awal jalur masih terlihat perkebunan warga, aku mempersilakan teman2 untuk jalan duluan, karena aku bawa Caca pasti lama, tapi ada yang setia menemani yaitu Igar, setapak demi setapak di lewati, Caca masih semangat jalan, perkebunan warga sudah lewat mulai masuk hutan ga berapa jauh akhirnya sampai tiba di pos 1, jalan terus, Caca mulai merengek2, mulai bilang “Tapi kan aku capek”, “tapi kan aku mau duduk” begitu terus sampai pos 2, sambil sesekali di gendong, aku hanya kuat 30 langkah, gantian digendong mas vierda, dan digendong mas Vierda pun harus dengan bujuk rayu, karena Caca lagi mau sama aku teruuusss, lagi ga mau sama ayahnya.
“aku mau digendong”, tapi aku mau duduk, tapi aku mau bobo” begitu terus sambil main tunggu2an sama Igar,
Igar: “Caca, om Igar disini nih, ayo susul”,
Caca: Om Igar tunggu,
Caca juga ga mau terus di gendong, padahal mas vierda n Igar mau gendong, Caca terus melontarkan kata2 ini: “tapi aku kan mau jalan sendiri” begitu terus, kami menjaga jangan sampai Caca tertidur baik saat jalan sendiri maupun sedang digendong, karena akan tambah berat dan sulit jalannya. Sampai akhirnya ketemu pos 3 masih terus jalan menuju puncak, Caca masih terus merengek, “tapi celana aku kan basah”, aku sebgai ibu nya menjawab, mama juga basah, nak sedikit, di jawab lagi aku basah banyak, ganti ganti…jangan Nak ini banyak debu ga boleh ganti dsini, “tapi kan aku mau bobo, tapi aku kan mau duduk, tapi celana ku basah, tapi aku kan capek, tapi aku kan mau di gendong”, ahhh Nak, kesan orang lain, kami memaksa mu naik gunung klo mereka mendengar celotehan mu ini. Daaan akhirnya sekitar pukul 22.30 tiba di tempat camp, manggil teman2 ga ada yang balas panggilan kami, jalan terus terus dan alhamdulillah ketemu dengan 3 tenda teman kami, Caca masuk ke tenda Reni n Hanif, langsung bersih2 dan benar, Caca pampersnya sudah bocor, 2 celananya basah kuyup…hmm pantas saja kamu tidak nyaman ya, Nak. Langsung ganti baju Caca, pakai minyak, jaket, jilbab, kaos kaki dan kupluk. Selesai tenda Caca berdiri, dibantu para om, Caca pindah tenda. Dalam tenda Caca merengek minta milo, baru juga selesai dibuat, Caca sudah keburu tidur. Total perjalanan nanjak 4.5 jam.

Ca, kamu hebaat, luar biasa, Nak, Mama sama ayah kagum n bangga sama kamu, Mama janji beliin eskrim pas turun nanti.

Saatnya aku dan mas vierda siap2 tidur setelah bersih2, satu plastik isi kaos kaki kami dan sarung tangan Caca entah kemana, akhirnya aku tidur tanpa kaos kaki, Caca tanpa sarung tangan, aku ga bisa tidur nyenyak takut Caca sakit, dan telapak tangannya dingin bangeettt, langsung bangunin mas Vierda untuk nyalain kompor dan masak air agar kondisi tenda terasa sedikit hangat, Caca dimasukin sleeping bag bareng aku, setelah beberpa lama, kondisi telapak tangan Caca sudah menghangat/normal, Alhamdulillah. Aku juga kedinginan karena tidak pakai kaos kaki ditambah sb yang ku pakai (punya Eva) sama sekali tidak hangat, hadeuuhh ampun ini sih, mana anginnya kenceng bgt bgt bgt.

Pagi tibaaaa, teman2 naik ke bukit teletubies untuk melihat sunrise, aku yang belum pernah kesana, tidak turut serta, aku mending di tenda jagain Caca. Saat teman2 melihat sunrise, aku mulai bersiap2 bikin sarapan, masak nasi, kupas2 telor puyuh n potong2 bakso, lanjut memasak sayur sop di bantu teman2 dan makan bersama. Setelah itu kami packing,sambil nunggu Caca bangun. Saat aku sedang packing, Caca bangun, lalu aku siap2 bersih2in Caca dan tenda siap dibongkar. Yuhuuuu selesai semuaaa, foto2 sama Caca, foto bareng dan siap pulaaang.





        Perjalanan dari camp harus melewati puncak karena kita memilih jalur yang sama, yawdah deh nanjak2 lagi, tapi Alhamdulillah biasa aja sih ga ekstrem, Caca aja bisa kok tanpa digendong, sambil foto2, sampai dipuncak sudah penuh dengan pendaki lain dan teman2, foto bareng lha kita di puncak Prau…aihh syenaangnya. 

Ca, itu disana Telaga Warna



 
      

       Selesai foto2, kita melanjutkan perjalanan turun, perjalanan turun ini terasa lebih cepat, Caca yang belum terisi perutnya Cuma masuk telor puyuh 3 butir saja, selalu merengek capek dan akhirnya mau di gendong, kami terus menyusuri jalurnya eh tau2 sudah pos 3, turun lagi Caca gantian2an di gendong dan jalan sendiri eh sudah pos 2, nah dari pos 2 ke pos 1 ga terlalu jauh akhirnya sampai juga di pos 1, dari pos 1 ke basecamp lebih dekat lagi dan yesss kami sampai, perjalanan turun 2.5jam.






Alhamdulillah, Caca berhasil, sehat, selamat n baik2 saja ya Nak, mama sama ayah, seneeng banget dengan perjalanan kali ini, meskipun perjalanan kali ini, bisa dibilang Caca kurang kooperatif, banyak merajuknya, mau di foto aja susaaaah bgt, tapi gpp yang penting Caca sehat. Langsung menuju warung makan dan kami memesan mie ayam lagi, sebagaimana yang sudah aku janjikan ke Caca nanti di bawah mamam mie ayam dan eskrim tapi eksrimnya nanti yaa cari toko yg sedia eskrim. Caca makan Cuma sedikit, ga habis, lalu kami bersih2, selesai semua kami menuju ke mobil. Kita menuju Candi Arjuna, yeayyy jalan2 ke Arjuna, foto2, duduk santai (udara masih dingiiin), di candi ini, peraturan tidak berjalan sebagaimana mestinya, banyak pengunjung yang menaiki candi untuk berfoto, yaahh sangat disayangkan sih, ini kan objek sejarah yaa, harusnya lebih dijaga. Selesai dari candi kita mau makan mie ongklok, mie khas dieng, ternyata sore hari sudah banyak yang tutup, akhirnya dapat di daerah Wonosobo, aku, mas vierda, nur dan feny lebih memilih makan nasi saja walaupun belum pernah makan mie ongklok tapi perut ini sudah 2hari selalu makan mie instant/mie ayam.




Sekitar jam 20-an selesai makan dan shalat, kita melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan akhirnya sampai juga di Jakarta sekitar pukul 8.

Alhamdulillah, selesai perjalanan kali ini bersama teman2, Alhamdulillah semua selamat, baik2 saja dan memang melakukan perjalanan khususnya naik gunung bersama anak kecil/bocah itu memerlukan kerjasama yang baik antara ibu dan ayah, harus punya stok sabar yang tak terhingga dan jangan sampai bicara sembarangan (mis.Caca digendong ya, klo ga, mama/ayah tinggalin nih!) Nah jangan sampai yaaa, karena kita berada di hutan bukan dirumah, perlengkapan untuk sang anak juga harus lengkap, agar sang anak tidak kedinginan, nyaman jadi dia bisa jalan sendiri dengan nyaman pula.








23 Agustus 2018
cat: dokumentasi pribadi n teman

Rabu, 02 Mei 2018

Gunung pertama untuk Caca (G.Gede) 28-29 April 2018


          Awal bertemu dengan suami di G.Lawu 2011 lalu, baru 2018 bisa naik gunung bareng lagi dan sudah membawa anak. Rentang waktu 2011-2018 cukup lama yaa tapi kami baru komunikasi lagi di 2015 dan memutuskan untuk menikah. Sesama pencinta gunung atau lebih tepatnya travelling, kami ingin mengenalkan gunung, pantai dan alam kepada anak kami dan akhirnya kesampaian *Alhamdulillah.

          Rencana membawa anak sudah ada dari tahun lalu, saat itu Caca masih berusia 11 bulan. Kami sebagai orangtua sudah yakin ingin membawa serta Caca naik G. Gede via Putri, tepi sang nenek melarang dengan alasan masih kecil. Setelah usia Caca lebih dari 1 tahun mulai dibolehkan sang nenek untuk ngemping2, awal pertama kali ngemping ke pulau Papatheo *baca juga ya ada di blog ini kisahnya, lalu kemping ceria di Curug pangeran. Melihat pertumbuhan Caca yang bagus serta pasca 2x ngemping tsb baik2 saja, kami memutuskan berani untuk membawa Caca ke gunung yang sebenarnya, Awal mula ingin ke G. Papandayan, garut lalu G. Prau, Dieng, semua gagal karena kurang peserta yang ingin ikut. Sampai akhirnya ajakan dari teman yang ingin membawa anaknya juga ke G. Gede ini pun bersambut. Saya yang sudah cuti naik gunung selama 4th (menjelang nikah-sekarang) harus memulai kembali dari 0, harus olahraga jogging, senam, naik turun tangga di kantor pun saya lakukan demi persiapan fisik. 
Persiapan untuk Caca lebih ke perlengkapan ngemping, misal beli syal, sarung tangan, jas hujan, nah klo jaket tebal saya sudah membelinya duluan saat Caca masih bayiii *haha, niat bgt kan gw.
Tanggal yang ditetapkan akhirnya tiba, ada 2 rombongan mobil dengan total peserta 13 orang (10 dewasa, 2 anak2 6-7th dan Caca). Meluncurlah kami jumat malam 27 April melewati jalur puncak yang tidak padat dan sampai sana alhamdulillah dapat tempat nyaman untuk kami tidur walau hanya beberapa jam. 
          Pagi hari tiba, kami bersih2, packing ulang dan sarapan, tepat pukul 7.30 kami mulai nanjak, lalu briefing di pos pendaftaran lalu briefing tim kami. Bismillah semua doa terbaik kami tujukan pada Rabbi Sang Penguasa Alam. Langkah demi langkah kami lalui, mulai dari perkebunan sayur penduduk setempat, lalu mulai jalur berbatu, jalur akar2 pohon semua kami lewati, Caca sangat menikmati perjalanan ini, mulai dari bawah sampai pos 2 lebih, Caca jalan kaki sendiri tidak mau digendong. Lama perjalanan  bersama Caca dari bawah sampai pos 1 sekitar 1.5jam lalu ke pos 2 sekitar 1 jam. Tiap pos kami pasti jajan, ada minuman hangat/dingin, buah semangka yang harga nya mahal 5rb/potong keciil, ada gorengan juga nasi uduk. Sengaja kami mampir, agar Caca tetap terus terisi perutnya agar tidak lapar juga terus punya tenaga. Sepanjang perjalanan banyak yang menyapa kami karena membawa balita, mulai dari bertanya usia, sudah pernah ngemping dsb, banyak yang curi2 foto Caca juga minta foto bareng dengan Caca. 'Membawa balita ikut serta dalam mendaki gunung, benar2 harus mempersiapkan mental juga tenaga yang super extra, karena sambil jalan yaa sambil mungutin batu, metikin daun, korek2 tanah *aiih buruan apa, Nak, biar cepat sampai tenda biar bisa istirahat tapi namanya balita yaa mana ngerti yaaa, hehehe.


Nah saking lamanya perjalanan kami, tim kami sudah jauh didepan, hari semakin siang dan lelah. Sampai akhirnya hujan turun di pos 3, kami memutuskan harus harus tetap jalan agar bisa segera sampai tenda, Pakai semua jas hujan n lets go. Jalur 3 ke 4 ini jalur yang lumayan berat, saya gendong keril, mas Verda gendong Caca, huufttt


          Alhamdulillahnya porter yang kami sewa turun untuk membantu kami membawakan keril yang saya gendong, ahhh Alhamdulillah lega punggung ini, tinggal mas Vierda yang masih berat gendong Caca.

 
Saya duluan karena mikir harus bersih2 duluan sebelum membersihkan Caca eh tapi sayanya tidak juga menemukan tenda tim kami, porter tadi yang membantu sedang beristirahat tidak menemani saya sampai tenda. Walhasil saya panik, sibuk teriak2 memanggil nama2 teman saya tapi tidak ada yang menjawab, maghrib pun tiba, untungnya ada tim rombongan lain yang mau membantu mencarikan lokasi tenda saya. Alhamdulillah ketemu saya peluk teman saya sambil menangis, hiksss hikss lalu saya bilang klo Caca n mas Vierda masih ada di belakang, tapi selang beberapa menit mas Vierda n Caca sampai di tenda. 
Hufftt lega rasanya sudah kumpul semua. Langsung bersih2, langsung bungkus Caca dengan jaket, kaos kaki 3 lapis, sarunga tangan dan masuk sleeping bag bareng saya, bobo lha sampai pagi.

                                                     

          Minggu pagi yang sangat cerah dan super dingin, Caca masih terlelap, sementara 2 bocah lain Kk Hilya dan Kk Ayla sudah mulai siap2 sarapan untuk bergegas pergi muncak. Caca biarin aja ga usah muncak, ga tega banguninnya, kasian sudah capek jalan. Sementara menunggu teman2 muncak, saya n teman2 yang stay di tenda, masak lagi untuk kita makan bersama dengan menu2 yang mewah. Ada nasi goreng, cah kangkung, telor dadar, tempe goreng, balado teri kacang, sambalado batanak dari IG @dapur_e_look dan buah2an yang segar (pir hijau dan jeruk). Sekitar jam 8, teman2 yang muncak sudah turun ke tenda, ya lalu sesi makan bareng siap dimulai, sementaranya 3 boach sibuk main air, happy banget mereka apalagi Caca, bisa main di air yang bersih dan segar. Sudah puas main air saatnya packing, foto2 n pulaang. 


Start pulang sekitar 10.30, sepanjang perjalanan Caca masih aja semangat lari, sampai ada beberapa orang yang videoin Caca. Di perjalanan turun pun, Caca ini masih keukeuh maunya jalan tidak mau digendong padahal jalur 4 ke 3 itu lumayan berat dan licin, jadi ya Caca sambil di gendong mas Vierda sambil nangis. Alhamdulillah sampai juga kami sekitar jam 16, waktu tempuh jauh lebih singkat darpada nanjak.

                           

      Alhamdulillah kesampaian naik gunung lagi setelah cuti 4th
      Alhamdulillah bisa naik gunung sama suami dan anak.

 




Kami sudah memperhitungkan kekuatan fisik kami, memperhitungkan fisik anak dan perlengkapan yang dibawa pun lengkap.
InsyaAllah semua aman, nyaman, sehat dan selamat.
Yang penting yakin, yakin pada diri sendiri, yakin anaknya kuat dan yakin ada Allah Sang Maha Pelindung.


Terimakasih untuk Mas Aoe, Hanif, Kang Lee, Amar, Desi, Asih, Feny n Echy.
Khususnya terimakasih pada mas Vierda yang menjadi penyemangat, penguat, penghibur aku n Caca

                                                                                                    Jakarta, 2 Mei 2018, 12.17pm

Selasa, 27 Mei 2014

Semeru #part-3, Melunasi "hutang" bersama para ksatria

Sebuah Perjalanan menuju tanah tertinggi di Jawa, Bersama 10 org Pria. Memulai perjalanan dari St.Senen KA Matarmaja 13.40, menghabiskan waktu sekitar 15jam. Setelah tubuh ini terombang-ambing di KA, Akhirnya bisa sedikit bernafas lega, setelah kami sarapan di stasiun lalu segera menyewa angkot menuju daerah Tumpang. Sampai di Tumpang, tujuan kami adalah rumah Pak Ruseno, beliau adalah pemilik truk yang akan kami sewa menuju RanuPane. Sesampainya di rumah Pak Rus, sudah ada beberapa kelompok/komunitas yang sudah sampai, kami dipersilakan istirahat sambil menunggu 2 orang teman kami yang belum datang  *naik pesawat. Saat menunggu, kami gunakan untuk melengkapi persyaratan masuk TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) yaitu surat keterangan sehat dari dokter, fotocopy KTP.


Setelah berjam-jam kami menunggu, akhirnya tiba juga teman kami (Adio n Samsul) tapi ada insiden yang membuat kami jadi lama lagi menunggu yaitu ada teman kami yang katanya juga ikut (Fatur) sedang mencari/membeli sandal jepit di pasar, tapii setelah ditunggu hampir sejam, tidak muncul juga, eh ternyata kami dikerjai oleh Adio, Fatur itu batal ikut. Rasanya yaa pengen jitakin Adio sepuasnyaa,,,,Hufftt harusnya bisa berangkat dari tadi lhoo.. Sore hari kami baru berangkat dengan truk menuju RanuPane, oya kami pergi pun sedang dalam kondisi hujan, sampai disana sudah menjelang maghrib. Setelah diskusi akhirnya diputuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan malam daripada harus menginap dulu di Ranupane. Jalan dengan kondisi tanah yang becek malam hari..hoamm ngantuk, hehehe. Naik naik kondisi jalurnya masih landai kok, akhirnya sampai di Ranukumbolo mungkin sekitar jam 22an, Langsung mendirikan tenda dan masak air buat minum. Kami mendirikan 3 tenda aku dengan Fadly dan ari, tenda 2 dengan Salwan, samsul, Ferhat n Arif, tenda 3 dengan Firman, Adio, Aan dan Ronadi. Taukah kalian, saat kami mendirikan tenad sudah banyak tenda2 yang terpasang, di Ranukumbolo atas dan Ranukumbolo bawah, malam hari tampak cahaya lampu senter juga api unggun sehingga menambah gemerlap cluster Ranukumbolo malam ini, hehehe.

Pagi hari di Ranukumbolo….hoaahaha senangnya, udara sejuk, bersih, segar, yang namanya cucimata ya ini yang benar bukan jalan2 ke Mall, hehehe. Kami bersiap shalat subuh, lalu siap2 masak sarapan pagi..asik asikk menu pagi ini adalah pecel sayur.
 Selesai semua sarapan, kami bergegas merapikan tenda untuk segera melanjutkan perjalanan menuju Kalimati. Jalan-jalan terus tiba di tanjakan cinta ini tanjakan yang bermitos yaitu jika sanggup berjalan tanpa berhenti dan menoleh kebelakang maka kisah cinta orang tsb akan menjadi nyata, hoooo mitos yang sulit, karna bisa dipastikan setiap tanjakan pasti akan brhenti untuk sekedar mengatur nafas.
Assiik tanjakan cinta beres lalu terbentang luas pemandangan sangat indah yaitu oro-oro ombo, saat kami tiba vegetasi bunga yang orang2 sebut dengan Lavender, tapi sebenarnya nama bunganya bukan Lavender tapi Verbena Brasiliensis Vell sedang mekar, berwarna ungu sehingga menjadikan suatu paduan warna yang super cantik dengan latar semeru dan juga langit yang cerah. Subhanallah


Verbena Brasiliensis Vell itulah namanya merupakan bunga yang berasal dari Amerika. Secara morfologis Bunga Verbena Brasiliensis Vel ini berwarna ungu, mirip warna bunga lavender. Berikut penuturan Toni Artaka, ( petugas Pengendali Ekosistem Hutan pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger )
Toni Artaka, petugas Pengendali Ekosistem Hutan pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengungkapkan temuan tanaman asing, Verbena Brasiliensis Vell, yang tumbuh invasif di Gunung Bromo. Tumbuhan yang berasal dari Amerika Selatan itu diketahui sudah membentuk hamparan luas di Oro-Oro Ombo Semeru.

Tanaman itu kini ‘menguasai’ lahan seluasa 20-an hektare Oro-Oro Ombo yang sebelumnya hanya berupa padang rumput (sabana) itu.
Bunga Verbena Brasiliensis Vel ini berwarna ungu, mirip warna bunga lavender. Kombinasi warna kuning kehijauan dan ungu membentuk lanskap indah mirip taman bunga di beberapa negara Eropa, terutama Belanda dan Prancis. Tak heran bila banyak pendaki menyempatkan berpose di lapangan luas di pos lima (dari sepuluh pos) pendakian di Gunung Semeru tersebut. Seperti disaksikan Tempo sat mendaki Semeru 4 Juni lalu.

Namun, kata Toni, keindahan tanaman itu tak berarti baik untuk Semeru. “Ada ancaman ekologis di balik keindahan itu. Tanaman ini bisa menjadi masalah serius seperti halnya Salvinia molesta (kiambang atau kayapu) yang sempat menutupi permukaan air Ranu Pani pada Juni-Juli tahun lalu, atau serangan akasia berduri (Acacia nilotica) di (Taman Nasional) Baluran yang sampai sekarang belum sepenuhnya teratasi,” kata Toni kepada Tempo pekan lalu.

Menurut Toni, belum ada yang mengekspos bahaya laten dari Verbena brasiliensis Vell. Kebanyakan pendaki mengira itu lavender, padahal bukan. “Mana tahu ada peneliti botani yang berminat meneliti tanaman tersebut,” kata Toni.

Foto-foto narsis-narsis dulu dong pastinya, mengabadikan moment di saat cuaca cerah dengan perlengkapan fotografi dan ada fotografer handal (mas aan) yang bisa dimanfaatkan, hohoho.

Lanjut jalan lagi setelah puas berfoto. Kami melewati pos2 semeru, jalur menuju Kalimati ini sudah lumayan menghabiskan energy, tapi rombongan kami masih penuh semangat, masih ceria dan tetap kompak. Aku yang wanita sendiri diantara mereka merasa senang hangat jalan dengan mereka. Alhamdulillah siang hari kami sampai di Kalimati, langsung tenda didirikan aku yang kloter belakang santai saja karena tenda sudah dan sedang di siapkan, hari ini aku masih melaksanakan puasa Daud. Setelah siap tenda, pembagian tugas mengambil air di sumber air mani pun, air diperlukan untuk memasak dan juga untuk minum kami sampai esok hari. Karna sumber air  terakhir hanya ada di sini, untuk nanjak lagi sudah tidak ada, otomatis kami harus stok air lumayan banyak. Setelah ada stok air, aku mulai memasak untuk aku buka puasa juga untuk 10 orang pria bodyguard ku, hehehe. Maghrib pun tiba, aku berbuka dan makan bersama. Selesai makan, kami manfaatkan dengan ngobrol2 dan betjanda. Setelah dirasa cukup ngobrolnya, kami pun tidur cepat, karna tengah malam kami harus bangun untuk segera melakukan perjalanan menuju puncak Mahameru. Jam 22.30 kami sudah bangun, masak air untuk membuat minuman hangat lalu bersiap nanjak, tepat pukul 23.00 kami mulai berjalan sebelumnya kami berdoa, agar perjalanan kami diberi kelancaran, selamat sampai tujuan dan bisa turun lagi dengan selamat. Jalan menyusuri gelapnya malam, dinginnya udara, tipisnya oksigen rasa kantuk yang berat, tapi semua kami hadapi dengan senyum, tekad kami sudah bulat, jiwa kami sudah penuh semangat membara.

Perjalanan menuju puncak ini di penuhi oleh jiwa-jiwa muda dengan semangat ’45, cahaya lampu senter menerangi jalur yang akan kami lalui. Baru beberapa ratus meter kami berjalan, salah satu teman kami yaitu Ronadi sudah tidak kuat dan akhirnya memutuskan untuk berhenti dan kembali ke tenda, yaa dia kembali sendiri, kami melanjutkan perjalanan, berkurang boduguard ku. Semakin lama jalur yang kami lewati semakin sulit sampai tiba kami di Arcopodo, Sebelumnya Saya sudah pernah sampai Arcopodo ini saat pendakian Semeru part.1 (Okt 2012). Jalan beberapa meter, break, jalan lagi break lagi begitu kami lalui. Di tengah jalan, Saya bertemu dengan seseorang yang mengenali jaket myQpala yang saya pakai, nama id Saya (sitiniighh) pun di panggil, menengok lha saya ternyata yang memanggil saya adalah teman komunitas myQpala juga ber-id Ayah Senna. myQpala adalah suatu komunitas pencinta alam dari komunitas muslim Indonesia yaitu myQuran.


Sinar lampu senter makin lama makin terang, saking banyaknya manusia yang ingin menginjakkan kaki di Mahameru puncak para dewa. Batas vegetasi sudah kami lewati, didepan kami puncak Mahameru sudah terlihat makin jelas, hamparan pasir yang tersaji harus kami tempuh, satu injakan langkah turun 3 langkah, licin, berat dan mengantri itu yang kami alami. Saya yang masih trauma akan licin paling tersiksa dengan jalur seperti ini,

Saya berusaha keras untuk tetap melangkah maju walau akhirnya mundur terus. Teman-teman yang tadinya setia, lambat laun pergi duluan meninggalkan saya. Saya tergopoh-gopoh sendirian melawan rasa takut, melawan ego, mengumpulkan semangat yang terseok-seok, menguatkan mental yang sudah sangat down. Ada saat-saat saya harus menepi sekedar untuk menarik nafas, mengumpulkan asa, ingin menangis tapi tidak bisa, ingiiin mundur dan menyerah tapi sebenarnya semangat masih menggebu, bagaimana ini Tuhan, tolong bantu saya. Sudah cukup menepinya, lanjut lagi mengais-ais pasir merangkak demi bisa berpijak, support dari pendaki lain juga membuat saya tambah semangat. Sudah sampai di batu besar yang saya kira dibalik batu tsb adalah puncak, tetapi perkiraan saya jauh melesat, dibalik batu tsb masih jauh puncaknya, hiksss, mana sih puncaknya, saya sudah sangat lelah, lelah fisik dan batin. Baju sudah basah dengan keringat, sepatu sudah penuh dengan kerikil2 kecil,muka sudah lesu, tangan sudah dingin, perut lapar dan waktu shalat subuh sudah tiba. Akhirnya Alhamdulillah kaki ini menapak di puncak Mahameru, aku sujud syukur, aku menangis aku istirahat sekedar berbaring sebentar…lalu segera mencari teman-temanku yang sudah lebih dahulu sampai. Yaaa kami berkumpul, ber-10 orang (minus 1 org ya, harusnya ber-11) ucapan selamat datang padaku, langsung aku menunaikan ibadah shalat subuh, Tuhan, aku bersujud, aku bersujud di tanah tertinggi di pulau Jawa…sungguh suatu keajaiban yang aku alami, aku bisa Tuhan, aku sampai, usaha kami berbuah hasil manis. Selesai shalat, airmata haru pun terus menetes, aku membiarkan air mata ini bebas turun dari kelopak mata melewati pipi, aku menangis Tuhan, aku menangis senang, sedih semua menjadi satu. Keindahan ciptaan-MU ini wajib kami syukuri. Selesai aku menangis, saya pun bersalaman dengan teman2, lalu berfoto narsis di plang Mahameru 3726mdpl, kami berfoto dengan latar asap wedhus gembel,
 lalu kami mengikuti upacara bendera yang diadakan oleh rombongan lain. Kami berfoto bersama mengabadikan indahnya perjuangan ini. 8 Juni 2013 *bertepatan dengan ultah adik saya





 



Setelah puas berfoto, istirahat juga dirasa cukup, upacara sudah selesai, pasir sudah saya ambil sedikit *menambah koleksi pasir saya. Kami pun segera turun, ini bagian yang membuat saya selelu diledek oleh teman-teman, karna ketakutan yag sangat akan licin membuat saya harus membooking Ari untuk menjadi bodyguard khusus buat saya, Ari dengan sabar membantu saya ketika turun, saya yang sangat-sangat takut akan licin merasa sangat terbantu adanya Ari. Berkali-kali saya terjatuh, berkali-kali saya turun dengan merosot dengan pantat bukan dengan kaki karna menurut saya kadang merosot seperti itu lebih nyaman. Akhirnya selesai juga jalur pasir licin, tiba dipasir padat saya bisa sendiri, saya dan ari segera berlari mengejar ketertinggalan kami menyusul teman-teman, sampai di Arcopodo semua kumpul, istirahat sebentar lanjut lagi menuju Kalimati..aaahhhhh senangnya kami sampai di kalimati, langsung kami merebahkan badan dalam tenda sambil meminta bantuan teman kami yang gagal muncak yakni mas Ronadi untuk membuatkan minuman juga mie instant.

  Selepas Dzuhur, kami meninggalkan kalimati untuk menuju Ranukumbolo. Kalimati terimakasih sudah menjadi rumah kami selama di Semeru, terimakasih air segar dari sumber air mani yang rasanya kebih maknyuzz dibanding air mineral manapun. Kami harus pergi meninggalkan kalimati, hidup kami harus terus berjalan maju…yaa kami akan menuju Ranukumbolo, agak cepat kami bergerak agar tidak sampai hujan, beberapa teman berangkat lebih cepat agar bisa mendirikan tenda dahulu. Dan Alhamdulillah sebelum maghrib kami sudah sampai, masak-masak lagi untuk menghimpun kembali energy kami yang sudah terpakai. Lalu kami pun tidur, kami harus tidur karena perjalanan kami masih panjang, kami masih harus turun ke Ranupane lalu naik truk lagi menuju tumpang dan juga harus naik KA juga pesawat.

Morning again Ranukumbolo, senangnya membukamata, hamparan danau yang sangat indah dengan kabut dan dinginnya pagi masih bisa kami nikmati, shalat subuh sudah kami laksanakan. Saya masih enggan keluar karena udaranya dinginnya yang menusuk, lebih nyaman di dalam tenda. Sumpah pagi ini perasaan saya sangat senang. Sunrise yang indah membuat saya harus meninggalkan tenda, saya ingin menyaksikan indahnya sinar mentari yang baru keluar dipadu dengan kabut, sinarnya akan terpantul oleh air danau, ahhhh sungguh sangat cantik. Setelah puas bermain dengan sunrise, aku harus bertugas lagi memasak sarapan. Setelah sarapan, kami bergegas membongkar tenda, berfoto narsis.
 Sekitar pukul 9 kami meninggalkan Ranukumbolo. Oya hari ini saya kembali melaksanakan puasa Daud walaupun hanya sahur sepotong roti. Di perjalanan pulang, hujan turun dengan derasnya, kami sempat berhenti di pos 4, dirasa agak reda kami lanjutkan lagi perjalanan, saat pulang mas Arif mengalami sakit perut, beberapa kali dia harus berhenti, kasian mas Arif..perjalanan terus berlanjut turun landai kami berlarian, tubuh ini serasa ringan, walaupun saya berpuasa tetapi tidak mengurangi semangat saya untuk ikut berlari. Setelah beberapa jam, akhirnya kami tiba di pos 1, kami break lumayan lama karena dari pos ini sudah tidak lama lagi akan sampai ke Ranupane. Yeayyyy kami berlari lagi sambil bernyanyi2 untuk mengusir rasa lelah. Akhirnya sampai di Ranupane..lalala yeyeye, kami sempatkan dulu untuk membeli kaos oleh2 Semeru/Mahameru baru kami pergi meninggalkan Semeru menggunakan tuk menuju Tumpang.

Sejam lebih perjalanan ke Tumpang, kami sampai di rumah Pak Ruseno, disambut lagi kami dengan baik oleh pemilik rumah, dan kami siap2 menganti untuk mandi atau sekedar bersih2. Yang li nada yang makan bakso mau ditraktir Fadly katanya niat klo muncak mau nraktir, aku yang berpuasa hanya bisa gigit jari, hehehe. Kami harus cepat karna kami harus segera ke stasiun Malang untuk naik KA Matarmaja juga ada yang harus ke bandara (Mas Ferhat, Samsul, Salwan juga Firman).

Angkot sudah tersedia untuk mengantar kami ke stasiun dan bandara. Segera kami bergegas…tak lupa kami berpamitan dengan pemilik rumah, terimakasih bu Ruseno dan keluarga yang sudah bersedia dengan senanghati membantu, menampung kami para pendaki, yang rumahnya bersedia kami recoki, hehehe.
Alhamdulillah kami sampai di stasiun, turunlah yang naik KA, yang naik pesawat masih melanjutkan perjalanannya.

*cat. Puasa Daud ku, (Ranu Kumbolo-Kalimati, 7/6 dan Ranu Kumbolo-Malang 9/6). 
Sungguh perjuangan yang menantang. Berlari, menanjak, menahan haus, lapar serta dingin. Semua terlewatkan dengan mudah asal NIAT yang kuat. Pemandangan yang indah menjadi salah satu penyemangat ibadah ini. MAHAMERU, setelah perjalanan kali ke-3 ini, aku baru bisa sampai. Tekad yang kuat, usaha (jogging, renang, aerobic) semua dijalani untuk menuju kesana. 
Sangat sulit perjalanan menuju Tanah Tertinggi ini, usaha, doa, kerjasama semua menjadi satu.Nekad bisa dibilang karna aku wanita sendiri dalam tim ini. Tapi aku yakin ke-10 Pria ini Pria terbaik yang akan menjaga adabnya di alam. Tidak lupa ku ucapkan Happy Birthday pada Fadly Karmula yang bertambah usia tgl 10/6 lalu, kami bersyukur di Puncak tgl 8/6. Semoga sisa usia mu semakin berkah, kawan. Terimakasih Teman, sudah bersedia menemani ku kesana.

Seruuu itu Pasti, Kebersamaan itu Penting, PUNCAK/SUMMIT itu Bonus, Narsis itu WAJIB.....
Alhamdulillah, semuaaa selamat, sehat n Happy...Semoga selepas trip ini, kita semua bisa semakin dekat dengan-NYA, dengan Sang maha Pencipta, Maha Segalanya. Aamiin
Maka Nikmat Tuhan mana lagi yang Kau Dustakan
Mahameru part-3, 5-10 Juni 13