Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2019

Sehat dan Ceria bersama susu Indomilk UHT Full Cream


Assalamualaikum

       Caca…Caca sayang…ini, Nak, susunya. Saya memanggilnya untuk istirahat dan minum susu di saat anak asyik bermain perosotan.
Yaaa itu lha keseharian saya dikala wikend bersama buah hati saya, karena saya ibu bekerja, maka wikend akan selalu dinanti dan ingin selalu bersama anak. Setiap wikend, jika memungkinkan saya membawa Caca bermain di luar rumah, minimal ke taman bermain di komplek atau taman bermain umum. Caca ini sangat senang main perosotan dan ayunan, bisa dibilang sudah ga ada takut2nya untuk meluncur, karena dari sebelum setahun juga sudah saya kenalkan dengan perosotan.



         Aktifitas Caca bisa dibilang cukup padat, Senin-Rabu jam 9-10.30 mengaji di mesjid depan rumah, Sabtu kadang pergi sama saya dan ayahnya, lalu Minggu masih belajar ikut-ikutan Taekwondo lalu main ke taman bermain. Dengan aktifitas yang lumayan menguras energi ini, saya harus cermat memilih asupan gizi untuk anak saya begitu pula dengan susu. Saya memilih UHT Indomilk Kids Full Cream ini karena terbuat dari susu segar yang terjaga kualitasnya karena diproses melalui teknologi UHT. Dengan rasa full cream yang nyata banget rasa creamnya. Segarnya susu juga begitu terasa. UHT ini tinggi kalsium, tanpa tambahan gula dan garam. Dengan kandungan tanpa tambahan gula dan garam ini, maka moms ga perlu khawatir si kecil jadi obesitas ataupun giginya rusak, nah tinggi kalsium nya ini bikin tulang  anak kuat, jadi si kecil aman banget konsumsi Indomilk UHT Kids Full Cream ini.



        Moms, setiap anak itu unik dan kita sebagai orangtuanya pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Di usia emas ini, di saat lincah-lincahnya dengan segala tingkah laku sang anak yang baru bisa berjalan, berlari, melompat dsb, mereka akan terus aktif bergerak seperti anak saya ini, Caca sudah saya ajak berenang di tengah laut di usia 15 bulan lalu kemping ceria di ground area curug Pangeran lalu naik gunung Gede dan Prau, saya membebaskan langkah anak saya, dia bisa berlari sepuasnya di alun-alun surya kencana tempat kami mendirikan tenda, tempat luas ini tidak bisa di dapatkan di sekitar rumah kami.


        Setiap bepergian seperti ini, saya selalu membawa Indomilk UHT Kids Full Cream Karena praktis dan mudah di bawa, jadi moms ga perlu repot-repot lagi harus bawa termos kecil lha, bawa sendok lha bawa wadah untuk susu dsb. Tinggal buka plastik sedotannya tusuk dan bisa langsung di minum oleh si kecil. Indomilk UHT Kids Full Cream ini adalah varian rasa baru dari Indomilk 115 ml. Rasa Full Cream ini cocok untuk si kecil usia 1 tahun ke atas selepas ASI.
Moms, ini lho pengalaman aku bersama buah hati ku, gimana dengan pengalaman moms?
        Semoga pengalaman moms, bisa menyenangkan yaa, bisa tenang dan nyaman walaupun anak penuh dengan aktifitas, walaupun anak terus bergerak aktif jadi ga khawatir karena asupan susu yang tepat dari Indomilk UHT Kids Full Cream




                #IndomilkUHTKidsFullCream #AktifItuSehat

Kamis, 14 Maret 2019

SERU-SERUAN DAN "GILA-GILAAN" YUK, DI DUFAN,  ADA 9 WAHANA BARU DI 2019 INI



Hello gaes, siapa  dsini yang senang seru-seruan dan "gila-gilaan"? Ayoo tunjuk tangan…

      Nah klo kalian suka seru-seruan dan "gila-gilaan" pastinya sudah tau kan pusat rekreasi ter-asik, ter-lengkap dan ter-keren itu dimana?
Dufan, yaa Dufan jawabannya,  Taman hiburan yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta.

      Jadi hari Minggu, 10 Maret 2018 lalu, aku dan para blogger (Tau Dari Blogger dan Kamadig-nusantara) mendapat kesempatan untuk keliling Dufan. Mau tau cerita seru aku bersama teman Blogger di Dufan? Yuk mari simak cerita dibawah ini.

      Keseruan hari Minggu lalu  bertajuk  #DufanBloggerDay, Acara ini bertujuan untuk mengenalkan pintu gerbang Dufan yang baru, dimana nantinya pintu gerbang Dufan ini akan menjadi pintu utama Dufan. Di awal masuk gerbang, para pengunjung akan langsung merasakan luasnya pintu masuk yang baru ini dan akan melihat kemegahan 9 patung karakter Dufan. Tempat yang asik buat foto-foto juga ngevlog.
Peresmian gerbang baru ini bersamaan dengan launchingnya 9 wahana baru di Dufan. What, Dufan mau nambah wahana baru lagi? Iyup langsung 9 wahana sekaligus, keren ga sihh!

9 Patung Karakter Dufan 


      Wahana baru ini baru bisa dinikmati sebanyak 7 wahana sekitar pertengahan tahun 2019 yang bertepatan dengan musim liburan anak sekolah, 2 lagi sisanya akan di rilis akhir tahun ini. Pernyataan dari Vice Presiden Dufan, Bpk. Eddy Prastiyo
Penjelasan akan 9 wahana ini disampaikan di Wahana Hello Kitty Land, Pembukaan acara dimulai oleh mas Fajar, kemudian memperkenalkan mba Ticha Desanti selaku Departemen Head Marketing Dufan dan Pak Eddy Prastiyo selaku Vice President Dufan untuk menyampaikan materi acara ini.



9 wahana ini ada di  kawasan baru  dengan luas 3.5 Ha yang akan diberi nama Dunia Kartun, Nah 9 wahana baru itu adalah:

Baling-baling --> Wahana paling extreem, cocok banget bagi yang suka gila-gilaan atau tantangan, dengan ketinggian 30m, diatas bakal di bolak-balik, diputar-putar *siapin jantung yaa, hehehe.

Paralayang --> Wahana dengan sensasi terbang di Dunia Kartun.

Turbo Drop --> Wahana yang wajib di coba sebelum naik wahana hysteria karena sensasinya mirip akan di hempaskan keatas dengan ketinggian 8 meter, wahana ini bisa dinikmati oleh semua umur.

Karavel --> Wahana dengan sesasi melayang seperti gelombang di udara dengan pergerakan 360 derajat, cocok untuk anak-anak.

Kolibri --> Wahana dengan sensasi terbang dikombinasikan dengan visual Dunia Kartun.

Zig-Zag --> Wahana mobil-mobilan mirip dengan bombomcar.

New Ontang-Anting --> Wahana yang lebih banyak kapasitas dan orang tua bisa ikut menemani sang anak.

Hunted Coaster --> roller coaster dengan sensasi yang beda, jadi melaju nya itu ga cuma melaju kedepan tapi ada beberapa saat yang mundur kebelakang dengan lintasan terpanjang…errrggh ngeri-ngeri syedap ini *gaes, Hunted Coaster ini terbesar lho di Indonesia.

Fantastique --> Pertunjukan seni yang menarik yaitu gabungan tarian, musik dan teatrikal yang sangat indah untuk dinikmati.

Nah sudah tau kan, 9 wahana baru Dufan, pada penasaran ga nih, harga tiketnya gimana ?
“Belum ada kenaikan harga, justru Dufan lebih fokus ke pengembangan product value yang terus dilakukan agar harga tiket akan worthed dengan harga yang dikeluarkan,” tambah pak Eddy.

“Dengan bertambahnya 9 wahana baru ini, maka total wahana di Dufan ini menjadi 39 wahana, “ imbuh pak Eddy. *wowww, tepuk tangannya dong, Amazing

      Dengan adanya 9 wahana baru ini, luas Dufan menjadi 20 Ha, pengunjung dapat menikmati lebih banyak lagi wahana bersama keluarga, pasangan maupun rombongan. Dengan adanya wahana baru ini, diharapkan pengunjung bisa lebih puass bisa lebih enjoy dalam berlibur di tengah kota Jakarta, mau wahana santai bisa ke Istana boneka, lalu mau wahana sedikit menantang bisa ke hysteria, atau mau yang paling menantang bisa ke wahana baling-baling, setelah lemas dan tegang bisa naik arum jeram untuk menormalkan kembali adrenalin lalu bisa naik new ontang-anting sambil rileks, gimana? Sempurna kan

Jadi, persiapkan dirimu untuk mencoba wahana baru di Dufan.

Foto bersama teman-teman Blogger


#SelaluAdaYangBaru
#DufanBloggerDay

                           Salam Dunia Fantasi
    Dunia Keajaiban dan Kegembiraan Keluarga

Kamis, 23 Agustus 2018

Agustusan 2018 ke G.Prau bersama si kecil Caca (2th7bln) jalur Dieng Wetan




     Perjalanan ke G.Prau ini adalah mimpi/keinginan ku sejak beberapa tahun lalu, dan Alhamdulilllah tahun ini terwujud bahkan bersama suami dan anak kami (Caca).
Sebagaimana mimpi ku ke Lombok dari beberapa tahun lalu untuk naik G, Rinjani lalu main ke Lomboknya atau pun honeymoon ke Lombok, pengeeen banget terwujud saat itu. Jadi th 2014, sudah beli tiket PP ke Lombok untuk ke Rinjani, eh batal karena Adek cowo nikah nya dimajuin, lalu habis nikah sudah beli tiket juga mau Rinjani sama suami n teman, batal juga karena hamil, Alhamdulillah kesampaian tahun 2018 bulan Januari lalu, bersama suami dan anak pas acara kantor.
Yaaa kadang doa-doa kita itu tidak langsung dikabulkan saat itu juga atau dalam waktu dekat tapi bisa juga dikabulkan beberapa waktu akan datang atau mungkin juga tidak dikabulkan.

Doa ku yang masih belum dikabulkan adalah bisa Ibadah ke Mekkah bersama Ibu, Suami juga Caca. Semoga segera terwujud, Aamiin Aamiin Ya Rabb.

        Jadi, G.Prau ini adalah salah satu gunung yang tidak terlalu tinggi, untuk pemula masih rekomen, maka aku dan suami, memberanikan diri untuk kesana dengan membawa Caca. Info dikumpulkan lewat jalur mana yang landai karena bawa anak juga dengan teman2, ada yang masih pemula juga, dikumpulkan massa yang akhirnya dapat 12 orang, bisa saja jadi 16 orang asal mobil elf nya ganti jadi 19 seat, tapi mobilnya sudah habis tersewa, jadi diputuskan hanya tetap 12 orang saja demi kenyamanan di dalam mobil tidak terlalu full orang.

Rencana pemberangkatan itu tgl 16-19 Agustus 2018, 16 Agus malam jam 20 tetapi mobil baru tiba pukul 22.50, langsung jalan dan keluar di tol jatiwaringin untuk menjemput 2 orang teman. Sebelum mobil tiba, 2 orang teman menunggu di lobby, teman lainnya menunggu di ruangan aku dan reni. Setelah dari jatiwaringin, masuk tol lagi dan terus meluncur sampai Dieng dengan beberapa kali istirahat, sampai lah di Dieng sekitar pukul 15.30-an, langsung daftar untuk 13 orang, ada yang mandi n packing ulang, makan sebelum nanjak dan tepat setelah maghrib kita berangkat.



Bismillah, awal jalur masih terlihat perkebunan warga, aku mempersilakan teman2 untuk jalan duluan, karena aku bawa Caca pasti lama, tapi ada yang setia menemani yaitu Igar, setapak demi setapak di lewati, Caca masih semangat jalan, perkebunan warga sudah lewat mulai masuk hutan ga berapa jauh akhirnya sampai tiba di pos 1, jalan terus, Caca mulai merengek2, mulai bilang “Tapi kan aku capek”, “tapi kan aku mau duduk” begitu terus sampai pos 2, sambil sesekali di gendong, aku hanya kuat 30 langkah, gantian digendong mas vierda, dan digendong mas Vierda pun harus dengan bujuk rayu, karena Caca lagi mau sama aku teruuusss, lagi ga mau sama ayahnya.
“aku mau digendong”, tapi aku mau duduk, tapi aku mau bobo” begitu terus sambil main tunggu2an sama Igar,
Igar: “Caca, om Igar disini nih, ayo susul”,
Caca: Om Igar tunggu,
Caca juga ga mau terus di gendong, padahal mas vierda n Igar mau gendong, Caca terus melontarkan kata2 ini: “tapi aku kan mau jalan sendiri” begitu terus, kami menjaga jangan sampai Caca tertidur baik saat jalan sendiri maupun sedang digendong, karena akan tambah berat dan sulit jalannya. Sampai akhirnya ketemu pos 3 masih terus jalan menuju puncak, Caca masih terus merengek, “tapi celana aku kan basah”, aku sebgai ibu nya menjawab, mama juga basah, nak sedikit, di jawab lagi aku basah banyak, ganti ganti…jangan Nak ini banyak debu ga boleh ganti dsini, “tapi kan aku mau bobo, tapi aku kan mau duduk, tapi celana ku basah, tapi aku kan capek, tapi aku kan mau di gendong”, ahhh Nak, kesan orang lain, kami memaksa mu naik gunung klo mereka mendengar celotehan mu ini. Daaan akhirnya sekitar pukul 22.30 tiba di tempat camp, manggil teman2 ga ada yang balas panggilan kami, jalan terus terus dan alhamdulillah ketemu dengan 3 tenda teman kami, Caca masuk ke tenda Reni n Hanif, langsung bersih2 dan benar, Caca pampersnya sudah bocor, 2 celananya basah kuyup…hmm pantas saja kamu tidak nyaman ya, Nak. Langsung ganti baju Caca, pakai minyak, jaket, jilbab, kaos kaki dan kupluk. Selesai tenda Caca berdiri, dibantu para om, Caca pindah tenda. Dalam tenda Caca merengek minta milo, baru juga selesai dibuat, Caca sudah keburu tidur. Total perjalanan nanjak 4.5 jam.

Ca, kamu hebaat, luar biasa, Nak, Mama sama ayah kagum n bangga sama kamu, Mama janji beliin eskrim pas turun nanti.

Saatnya aku dan mas vierda siap2 tidur setelah bersih2, satu plastik isi kaos kaki kami dan sarung tangan Caca entah kemana, akhirnya aku tidur tanpa kaos kaki, Caca tanpa sarung tangan, aku ga bisa tidur nyenyak takut Caca sakit, dan telapak tangannya dingin bangeettt, langsung bangunin mas Vierda untuk nyalain kompor dan masak air agar kondisi tenda terasa sedikit hangat, Caca dimasukin sleeping bag bareng aku, setelah beberpa lama, kondisi telapak tangan Caca sudah menghangat/normal, Alhamdulillah. Aku juga kedinginan karena tidak pakai kaos kaki ditambah sb yang ku pakai (punya Eva) sama sekali tidak hangat, hadeuuhh ampun ini sih, mana anginnya kenceng bgt bgt bgt.

Pagi tibaaaa, teman2 naik ke bukit teletubies untuk melihat sunrise, aku yang belum pernah kesana, tidak turut serta, aku mending di tenda jagain Caca. Saat teman2 melihat sunrise, aku mulai bersiap2 bikin sarapan, masak nasi, kupas2 telor puyuh n potong2 bakso, lanjut memasak sayur sop di bantu teman2 dan makan bersama. Setelah itu kami packing,sambil nunggu Caca bangun. Saat aku sedang packing, Caca bangun, lalu aku siap2 bersih2in Caca dan tenda siap dibongkar. Yuhuuuu selesai semuaaa, foto2 sama Caca, foto bareng dan siap pulaaang.





        Perjalanan dari camp harus melewati puncak karena kita memilih jalur yang sama, yawdah deh nanjak2 lagi, tapi Alhamdulillah biasa aja sih ga ekstrem, Caca aja bisa kok tanpa digendong, sambil foto2, sampai dipuncak sudah penuh dengan pendaki lain dan teman2, foto bareng lha kita di puncak Prau…aihh syenaangnya. 

Ca, itu disana Telaga Warna



 
      

       Selesai foto2, kita melanjutkan perjalanan turun, perjalanan turun ini terasa lebih cepat, Caca yang belum terisi perutnya Cuma masuk telor puyuh 3 butir saja, selalu merengek capek dan akhirnya mau di gendong, kami terus menyusuri jalurnya eh tau2 sudah pos 3, turun lagi Caca gantian2an di gendong dan jalan sendiri eh sudah pos 2, nah dari pos 2 ke pos 1 ga terlalu jauh akhirnya sampai juga di pos 1, dari pos 1 ke basecamp lebih dekat lagi dan yesss kami sampai, perjalanan turun 2.5jam.






Alhamdulillah, Caca berhasil, sehat, selamat n baik2 saja ya Nak, mama sama ayah, seneeng banget dengan perjalanan kali ini, meskipun perjalanan kali ini, bisa dibilang Caca kurang kooperatif, banyak merajuknya, mau di foto aja susaaaah bgt, tapi gpp yang penting Caca sehat. Langsung menuju warung makan dan kami memesan mie ayam lagi, sebagaimana yang sudah aku janjikan ke Caca nanti di bawah mamam mie ayam dan eskrim tapi eksrimnya nanti yaa cari toko yg sedia eskrim. Caca makan Cuma sedikit, ga habis, lalu kami bersih2, selesai semua kami menuju ke mobil. Kita menuju Candi Arjuna, yeayyy jalan2 ke Arjuna, foto2, duduk santai (udara masih dingiiin), di candi ini, peraturan tidak berjalan sebagaimana mestinya, banyak pengunjung yang menaiki candi untuk berfoto, yaahh sangat disayangkan sih, ini kan objek sejarah yaa, harusnya lebih dijaga. Selesai dari candi kita mau makan mie ongklok, mie khas dieng, ternyata sore hari sudah banyak yang tutup, akhirnya dapat di daerah Wonosobo, aku, mas vierda, nur dan feny lebih memilih makan nasi saja walaupun belum pernah makan mie ongklok tapi perut ini sudah 2hari selalu makan mie instant/mie ayam.




Sekitar jam 20-an selesai makan dan shalat, kita melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan akhirnya sampai juga di Jakarta sekitar pukul 8.

Alhamdulillah, selesai perjalanan kali ini bersama teman2, Alhamdulillah semua selamat, baik2 saja dan memang melakukan perjalanan khususnya naik gunung bersama anak kecil/bocah itu memerlukan kerjasama yang baik antara ibu dan ayah, harus punya stok sabar yang tak terhingga dan jangan sampai bicara sembarangan (mis.Caca digendong ya, klo ga, mama/ayah tinggalin nih!) Nah jangan sampai yaaa, karena kita berada di hutan bukan dirumah, perlengkapan untuk sang anak juga harus lengkap, agar sang anak tidak kedinginan, nyaman jadi dia bisa jalan sendiri dengan nyaman pula.








23 Agustus 2018
cat: dokumentasi pribadi n teman

Rabu, 02 Mei 2018

Gunung pertama untuk Caca (G.Gede) 28-29 April 2018


          Awal bertemu dengan suami di G.Lawu 2011 lalu, baru 2018 bisa naik gunung bareng lagi dan sudah membawa anak. Rentang waktu 2011-2018 cukup lama yaa tapi kami baru komunikasi lagi di 2015 dan memutuskan untuk menikah. Sesama pencinta gunung atau lebih tepatnya travelling, kami ingin mengenalkan gunung, pantai dan alam kepada anak kami dan akhirnya kesampaian *Alhamdulillah.

          Rencana membawa anak sudah ada dari tahun lalu, saat itu Caca masih berusia 11 bulan. Kami sebagai orangtua sudah yakin ingin membawa serta Caca naik G. Gede via Putri, tepi sang nenek melarang dengan alasan masih kecil. Setelah usia Caca lebih dari 1 tahun mulai dibolehkan sang nenek untuk ngemping2, awal pertama kali ngemping ke pulau Papatheo *baca juga ya ada di blog ini kisahnya, lalu kemping ceria di Curug pangeran. Melihat pertumbuhan Caca yang bagus serta pasca 2x ngemping tsb baik2 saja, kami memutuskan berani untuk membawa Caca ke gunung yang sebenarnya, Awal mula ingin ke G. Papandayan, garut lalu G. Prau, Dieng, semua gagal karena kurang peserta yang ingin ikut. Sampai akhirnya ajakan dari teman yang ingin membawa anaknya juga ke G. Gede ini pun bersambut. Saya yang sudah cuti naik gunung selama 4th (menjelang nikah-sekarang) harus memulai kembali dari 0, harus olahraga jogging, senam, naik turun tangga di kantor pun saya lakukan demi persiapan fisik. 
Persiapan untuk Caca lebih ke perlengkapan ngemping, misal beli syal, sarung tangan, jas hujan, nah klo jaket tebal saya sudah membelinya duluan saat Caca masih bayiii *haha, niat bgt kan gw.
Tanggal yang ditetapkan akhirnya tiba, ada 2 rombongan mobil dengan total peserta 13 orang (10 dewasa, 2 anak2 6-7th dan Caca). Meluncurlah kami jumat malam 27 April melewati jalur puncak yang tidak padat dan sampai sana alhamdulillah dapat tempat nyaman untuk kami tidur walau hanya beberapa jam. 
          Pagi hari tiba, kami bersih2, packing ulang dan sarapan, tepat pukul 7.30 kami mulai nanjak, lalu briefing di pos pendaftaran lalu briefing tim kami. Bismillah semua doa terbaik kami tujukan pada Rabbi Sang Penguasa Alam. Langkah demi langkah kami lalui, mulai dari perkebunan sayur penduduk setempat, lalu mulai jalur berbatu, jalur akar2 pohon semua kami lewati, Caca sangat menikmati perjalanan ini, mulai dari bawah sampai pos 2 lebih, Caca jalan kaki sendiri tidak mau digendong. Lama perjalanan  bersama Caca dari bawah sampai pos 1 sekitar 1.5jam lalu ke pos 2 sekitar 1 jam. Tiap pos kami pasti jajan, ada minuman hangat/dingin, buah semangka yang harga nya mahal 5rb/potong keciil, ada gorengan juga nasi uduk. Sengaja kami mampir, agar Caca tetap terus terisi perutnya agar tidak lapar juga terus punya tenaga. Sepanjang perjalanan banyak yang menyapa kami karena membawa balita, mulai dari bertanya usia, sudah pernah ngemping dsb, banyak yang curi2 foto Caca juga minta foto bareng dengan Caca. 'Membawa balita ikut serta dalam mendaki gunung, benar2 harus mempersiapkan mental juga tenaga yang super extra, karena sambil jalan yaa sambil mungutin batu, metikin daun, korek2 tanah *aiih buruan apa, Nak, biar cepat sampai tenda biar bisa istirahat tapi namanya balita yaa mana ngerti yaaa, hehehe.


Nah saking lamanya perjalanan kami, tim kami sudah jauh didepan, hari semakin siang dan lelah. Sampai akhirnya hujan turun di pos 3, kami memutuskan harus harus tetap jalan agar bisa segera sampai tenda, Pakai semua jas hujan n lets go. Jalur 3 ke 4 ini jalur yang lumayan berat, saya gendong keril, mas Verda gendong Caca, huufttt


          Alhamdulillahnya porter yang kami sewa turun untuk membantu kami membawakan keril yang saya gendong, ahhh Alhamdulillah lega punggung ini, tinggal mas Vierda yang masih berat gendong Caca.

 
Saya duluan karena mikir harus bersih2 duluan sebelum membersihkan Caca eh tapi sayanya tidak juga menemukan tenda tim kami, porter tadi yang membantu sedang beristirahat tidak menemani saya sampai tenda. Walhasil saya panik, sibuk teriak2 memanggil nama2 teman saya tapi tidak ada yang menjawab, maghrib pun tiba, untungnya ada tim rombongan lain yang mau membantu mencarikan lokasi tenda saya. Alhamdulillah ketemu saya peluk teman saya sambil menangis, hiksss hikss lalu saya bilang klo Caca n mas Vierda masih ada di belakang, tapi selang beberapa menit mas Vierda n Caca sampai di tenda. 
Hufftt lega rasanya sudah kumpul semua. Langsung bersih2, langsung bungkus Caca dengan jaket, kaos kaki 3 lapis, sarunga tangan dan masuk sleeping bag bareng saya, bobo lha sampai pagi.

                                                     

          Minggu pagi yang sangat cerah dan super dingin, Caca masih terlelap, sementara 2 bocah lain Kk Hilya dan Kk Ayla sudah mulai siap2 sarapan untuk bergegas pergi muncak. Caca biarin aja ga usah muncak, ga tega banguninnya, kasian sudah capek jalan. Sementara menunggu teman2 muncak, saya n teman2 yang stay di tenda, masak lagi untuk kita makan bersama dengan menu2 yang mewah. Ada nasi goreng, cah kangkung, telor dadar, tempe goreng, balado teri kacang, sambalado batanak dari IG @dapur_e_look dan buah2an yang segar (pir hijau dan jeruk). Sekitar jam 8, teman2 yang muncak sudah turun ke tenda, ya lalu sesi makan bareng siap dimulai, sementaranya 3 boach sibuk main air, happy banget mereka apalagi Caca, bisa main di air yang bersih dan segar. Sudah puas main air saatnya packing, foto2 n pulaang. 


Start pulang sekitar 10.30, sepanjang perjalanan Caca masih aja semangat lari, sampai ada beberapa orang yang videoin Caca. Di perjalanan turun pun, Caca ini masih keukeuh maunya jalan tidak mau digendong padahal jalur 4 ke 3 itu lumayan berat dan licin, jadi ya Caca sambil di gendong mas Vierda sambil nangis. Alhamdulillah sampai juga kami sekitar jam 16, waktu tempuh jauh lebih singkat darpada nanjak.

                           

      Alhamdulillah kesampaian naik gunung lagi setelah cuti 4th
      Alhamdulillah bisa naik gunung sama suami dan anak.

 




Kami sudah memperhitungkan kekuatan fisik kami, memperhitungkan fisik anak dan perlengkapan yang dibawa pun lengkap.
InsyaAllah semua aman, nyaman, sehat dan selamat.
Yang penting yakin, yakin pada diri sendiri, yakin anaknya kuat dan yakin ada Allah Sang Maha Pelindung.


Terimakasih untuk Mas Aoe, Hanif, Kang Lee, Amar, Desi, Asih, Feny n Echy.
Khususnya terimakasih pada mas Vierda yang menjadi penyemangat, penguat, penghibur aku n Caca

                                                                                                    Jakarta, 2 Mei 2018, 12.17pm

Selasa, 25 Juli 2017

Me-nenda di Papatheo menjadi pengalaman pertama bagi Caca dan teman2, 22-23 April 2017


Perjalanan trip ini sebenarnya tidak sengaja alias mendadak.
Pesertanya pun hanya teman2 kantor. Karena sebenarnya perjalanan ini untuk mengobati rasa rindu dan sedih karena trip katanya dari kantor pending entah sampai kapan.
        Karena keburu sudah pengen banget nge-laut, peserta request, kita jadiin aja lha yuk mba Siti.
        OK, Siapa takut! Jawab ku
        Aku memberi opsi, mau paketan biasa atau nenda?
        Mereka kompak menjawab Nenda….
        OK SIAP, Segera aku atur semuanya.
Kami hendak menginap di pulau Papatheo/Petondan Kecil, pulau tsb tidak berpenghuni, jadi memang sangat tepat untuk nenda.
Sejumlah informasi, aku kumpulkan tentang Pulau Papatheo ini.
Pulau ini dekat dengan Pulau Harapan, jadi nanti dari Harapan naik kapal lagi menuju Papatheo.
Tanggal sudah ditentukan, teman2 sudah bayar DP jadi bisa booking kapal tradisionalnya.
List keperluan nenda sudah dibuat, urusan tenda, kompor, nesting itu jadi tanggungjawab ku.
Total peserta 7 orang ditambah aku dan suami jadi 9 orang lalu tambah si mungil Caca jadi 10 orang.
Tiba saatnya hari-H, rombongan terbagi menjadi 2 keberangkatan yaitu dari Pejambon (Indah, Era, Vivi dan Eka), dan dari Kemanggisan (Aku, Vierda, Nur, Eva dan Rian).
           Sedari Subuh, handphone ku sudah rajin berbunyi tang ting tang ting, pada laporan, Mba Sit, kita sudah rapih nih, tolong pesanin grabcar dong, OK pesan buat grup Pejambon menuju KaliAdem. Berangkatlah mereka dan sampai tujuan dengan cepat karena jaraknya ga terlalu jauh dan belum macet.
          Nah giliran grup Kemanggisan yang telat, karena Nur bermasalah dengan perutnya ditambah Rian yang jemputnya juga mepet2 dari rumahnya di Cipulir masih harus ke Kemanggisan dl untuk nantinya bareng, Eva sudah aman karena sudah sampai sesudah subuh.
OK Sekitar jam 6.30an kita dari Kemanggisan baru jalan menuju KaliAdem, dan macet telah panjang, sehingga mobil kami tidak bisa lebih mendekat ke pelabuhan, belum lagi beli tiket kapalnya.
Jadi ya itu mas Vierda duluan turun untuk beli tiket, alhasil beban bawa tenda dibebankan ke Rian, hahaaa, maaf ya boy jadi ketimpahan bawa tenda.
          Aku sendiri cukup berat dengan menggendong Caca juga keperluan kami. Jalannya cukup jauh lho ini, jadi lumayan berasa gobyoss nya, hihihi
Sampai di tempat kumpul Kaliadem, teman-teman grup Pejambon meneriaki kami khususnya Nur dan Rian yang menjadi sebab musabab keterlambatan kami.
        OK tim sudah kumpul, tiket sudah ditangan, masuklah kami ke dalam kapal dan langsung cari posisi bangku yang nyaman, horaaayyyy akhirnya kita berangkat.


 
        Sekitar jam 8 berangkat lha kapal menuju P.Harapan, suasana kapal penuh tapi tidak sesak, sudah beda dengan dulu terakhir aku ke p.1000, penuh, sesak n pengap. Ngobrol2, sarapan, foto2 dan tidurrrr, menyimpan energi untuk aktifitas di pulau. Dan Alhamdulillah akhirnya tiba di P.Harapan sekitar pulau 10.30an, yess yesss, mari kumpul foto dulu di dermaga, lanjut jajan2 dan makan siang dl lanjut shalat Dzuhur dan ganti kostum untuk snorkeling.
Jadi sebelum ke P.Papatheo, kita snorkelingan dulu di 2 spot. Spot ke-1 itu lumayan dalem tapi ikan2 nya buanyak dan cantik2, dibandingkan spot ke-2 yang cetek, ikan sedikit tetapi yang bagusnya adalah terumbu karangnya, lanjut jelajah pulau untuk foto2 main ayunan dan watersport pada main sofaboat.

          Caca selama di kapal, lebih banyak tidurrr, spot ke-1 aku bahkan bisa puas snorkeling, Caca bobo pulas beralaskan kain gendongan dan selimut jaket, hehe. Lanjut spot ke-2, aku sebentar saja snorkelingnya karena Caca bangun, oya di spot ke-2 ini Caca juga turun lho ikutan renang tapi karena nyawa belum ngumpul, baru bangun tidur langsung dipakein pelampung jadinya nangissssssss, hahaha.

Gpp Nak, ini pengalaman pertama kamu, renang langsung di laut, biar jago berenangnya biar bisa ikutan kursus diving n bisa liat surga bawah laut nanti jika sudah besar. Aamiin.


       Nah setelah puas snorkeling, kita jelajah pulau Perak untuk main pasir (khusus Caca), foto2 di ayunan n main sofaboat. Semua senang semua riang, horayy.
          Sudah puas semua mari lanjut kita menuju Papatheo hari sudah mendung dan sudah menjelang maghrib. Masih ada PR untuk bangun tenda, kita bangun 3 tenda lumayan dekat dengan pantai dan sumur air. Berhubung aku bawa Caca jadi aku curi start untuk mandiin n bersihin badan. Numpang di toilet seadanya penjaga pulau, jebar jebur dengan air yang minim yang penting Caca ga lengket air laut, kasian euyy nanti gatal2. Selesai aku bersih2, lanjut bantuin bikin tenda, teman2 juga gantian mandi seadanya dan ganti baju di tenda. Oya hujan juga sudah turun ini jadi sambil hujan2an juga deh bikin tendanya, hehehe, seruu lha.
Selesai 3 tenda didirikan, semua ganti baju, rapi, wangi, mariii masak makan malam juga bakar ikan, nyam nyam nyammm, kenyaang n capek.
      
          Oya ada hal agak horor disini, Caca sempat nunjuk ke arah jalan kecil manggil Nenek-Nenek. Entah itu kangen sama nenek atau “melihat” sosok nenek, ahh sudah lha, langsung aku alihin Cca dengan hal lain saat itu.
        
          Aku masuk tenda duluan bersama Caca, yang lain ngumpul di tenda 2 n 3, ada yang tidur ada yang main games tebak2 lagu dsb. Sekitar jam 23an sudah selesai main games, mas Vierda pun masuk ke tenda dan kami semua bobo. Belum juga pulas-pulas amat tidur eh hujan deress bangeett dan angin, ya you know lha angin pantai gimana. Aku cemas banget takut tenda pada bocor dan ternyata benar, tenda Rian bocor karena memang ga pakai flysheet pas masangnya jadi dia ngungsi ke tenda Eva, saking khawatirnya, aku sama mas vierda beresin barang2 masukin ke tas biar klo ada apa2 bisa keluar dari tenda dan neduh di bawah bangunan atap seadanya buat tempat simpan perahu yang belum jadi. Mau lari ke rumah penjaga pulau tidak mungkin karena lebih jauh dan dipulau ini juga tidak ada bangunan yang bisa digunakan, yang ada hanya hutan. Jadi dari awal kami datang tidak disarankan untuk kemah kedalam karena masih hutan dan bawa anak balita, hiiii seraaam.
Lha klo aku sama mas vierda sih sudah sering ngemping digunung, lha buat teman2 lain, ini adalah pengalaman pertama mereka ngemping, juga snorkeling, jadi hal keamanan sangat diperhatikan. Hujan terus turun sampai menjelang subuh. Ahhhh lega rasanyaaa pagi akan tiba.
Saat subuh semua sudah bangun untuk segera shalat dan beres2 packing sambil masak sarapan dengan menu spagethi, nyam nyam lezaattt. Semua makan dengan lezatnya sambil menghadap pantai yang bersih, laut yang tenang, nikmatnya trip ini.


Selesai makan, packingan beres, foto2 juga puas…mari kita cabut dari pulau ini sekitar jam 8.30 menuju P.Bulat untuk jelajah lagi, Caca bobo lagi di kapal jadi aku tidak ikut turun.Selesai dari P.Bulat kapal mengantarkan kami menuju dermaga P.Harapan untuk kembali ke KaliAdem. Suasana dalam kapal sudah penuh, tapi alhamdulillah masih kebagian bangku. Yuhuuu mariii kapal berangkat sekitar pukul 12, sampai kembali di Pelabuhan Kaliadem sekitar jam 14, istirahat sebentar masih bisa shalat dzuhur dan selesai bubar dengan teman-teman.

Selesai trip ngemping kali ini.
Ini adalah trip pertamanya Caca lho, yang nginepnya nenda, berenang dilaut/snorkeling juga sekaligus pengalaman teman2, smoga pengalaman ini bisa bermanfaat yaa, jadi tau rasanya ngemping itu, jadi tau cara pakai alat snorkel itu. Enaakk kan? Jadi klo besok2 mau trip lagi udah sedikit lebih ngerti lha yaaaa.

Terimakasih sudah trip bersama Holadios Travel *lupa bawa spanduk, ga ada foto2 iklannya deh