Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Maret 2019

Sehat dan Ceria bersama susu Indomilk UHT Full Cream


Assalamualaikum

       Caca…Caca sayang…ini, Nak, susunya. Saya memanggilnya untuk istirahat dan minum susu di saat anak asyik bermain perosotan.
Yaaa itu lha keseharian saya dikala wikend bersama buah hati saya, karena saya ibu bekerja, maka wikend akan selalu dinanti dan ingin selalu bersama anak. Setiap wikend, jika memungkinkan saya membawa Caca bermain di luar rumah, minimal ke taman bermain di komplek atau taman bermain umum. Caca ini sangat senang main perosotan dan ayunan, bisa dibilang sudah ga ada takut2nya untuk meluncur, karena dari sebelum setahun juga sudah saya kenalkan dengan perosotan.



         Aktifitas Caca bisa dibilang cukup padat, Senin-Rabu jam 9-10.30 mengaji di mesjid depan rumah, Sabtu kadang pergi sama saya dan ayahnya, lalu Minggu masih belajar ikut-ikutan Taekwondo lalu main ke taman bermain. Dengan aktifitas yang lumayan menguras energi ini, saya harus cermat memilih asupan gizi untuk anak saya begitu pula dengan susu. Saya memilih UHT Indomilk Kids Full Cream ini karena terbuat dari susu segar yang terjaga kualitasnya karena diproses melalui teknologi UHT. Dengan rasa full cream yang nyata banget rasa creamnya. Segarnya susu juga begitu terasa. UHT ini tinggi kalsium, tanpa tambahan gula dan garam. Dengan kandungan tanpa tambahan gula dan garam ini, maka moms ga perlu khawatir si kecil jadi obesitas ataupun giginya rusak, nah tinggi kalsium nya ini bikin tulang  anak kuat, jadi si kecil aman banget konsumsi Indomilk UHT Kids Full Cream ini.



        Moms, setiap anak itu unik dan kita sebagai orangtuanya pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Di usia emas ini, di saat lincah-lincahnya dengan segala tingkah laku sang anak yang baru bisa berjalan, berlari, melompat dsb, mereka akan terus aktif bergerak seperti anak saya ini, Caca sudah saya ajak berenang di tengah laut di usia 15 bulan lalu kemping ceria di ground area curug Pangeran lalu naik gunung Gede dan Prau, saya membebaskan langkah anak saya, dia bisa berlari sepuasnya di alun-alun surya kencana tempat kami mendirikan tenda, tempat luas ini tidak bisa di dapatkan di sekitar rumah kami.


        Setiap bepergian seperti ini, saya selalu membawa Indomilk UHT Kids Full Cream Karena praktis dan mudah di bawa, jadi moms ga perlu repot-repot lagi harus bawa termos kecil lha, bawa sendok lha bawa wadah untuk susu dsb. Tinggal buka plastik sedotannya tusuk dan bisa langsung di minum oleh si kecil. Indomilk UHT Kids Full Cream ini adalah varian rasa baru dari Indomilk 115 ml. Rasa Full Cream ini cocok untuk si kecil usia 1 tahun ke atas selepas ASI.
Moms, ini lho pengalaman aku bersama buah hati ku, gimana dengan pengalaman moms?
        Semoga pengalaman moms, bisa menyenangkan yaa, bisa tenang dan nyaman walaupun anak penuh dengan aktifitas, walaupun anak terus bergerak aktif jadi ga khawatir karena asupan susu yang tepat dari Indomilk UHT Kids Full Cream




                #IndomilkUHTKidsFullCream #AktifItuSehat

Senin, 25 Maret 2019

Jamur Champignon/Kancing warna-warni



Sabtu kemarin produktif banget deh, padahal rencana mau naik MRT (lagi) ajak adek dan ponakan tapi gagal karena sesuatu hal. Jadi manfaatin waktu untuk masak. Pagi hari nya, masak jamur champignon/kancing yang sudah di beli di aplikasi tanihub. Bingung nau di masak apa karena belum pernah masak jamur ini, akhirnya diputuskan di tumis-tumis saja.
Rasanya enaakkk dan jamur ini ga begitu kenyal dan tidak ada bau nya.

Berikut aku tuliskan resepnya ya:

Bumbu :
2 siung bawang putih
4 siung bawang merah
4 buah cabai merah
4 buah cabai hijau
1/2 bawang bombay 
1 helai daun salam *lupa kefoto
Semua di iris 

Bahan:
Jamur Champignon/Kancing (belah jadi 2 atau 4) di rendam sebentar dengan garam lalu cuci bersih.
Brokoli ukuran sedang di cuci dan di rendam sebentar dengan garam (untuk ngecek takut ada ulat).
1 bonggol Jagung, iris
2 buah wortel, iris


Cara masak:
Panaskan sedikit minyak goreng lalu masukkan bawang merah setelah agak coklat lalu masukkan bawang putih juga bombay dan daun salam setelah harum masukkan cabai merah dan hijau aduk-aduk lalu masukkan jagung terus aduk lalu masukkan wortel dan brokoli juga jamur aduk lagi baru setelah itu beri sedikit air (sesuai selera) mau banyak kuah atau tidak, jangan lupa tambahkan sedikit garam dan gula (jika mau).



aku suka wortel dan brokoli yang masih agak kriuk jadi ga terlalu matang biar vitaminnya juga ga banyak hilang di saat proses masak.

Dan taraaa, Champignon/Kancing warna-warni siap di hidangkan

Jangan lupa baca Bismillah dan doa makan yaa, hehee


#resepmasakan

.

Sabtu, 10 November 2018

Manjakan Lidah Anak dengan Cilok isi ayam dan Cilok Balado


Menjadi seorang ibu yang dicintai anak2nya adalah keinginan atau impian setiap Ibu di dunia ini. Rasa cinta ibu meliputi semua hal, salah satunya adalah bisa menyajikan makanan untuk anak2nya.

Saya termasuk Ibu yang tidak membiasakan anak untuk jajan2 warung seperti chiki dan permen. Klo biskuit dan wafer itu emang cemilan harian yang menurut saya aman di konsumsi anak. Kenapa pengecualian chiki dan permen? Karena menurut saya paling cepat bikin batuk, sariawan dan sakit tenggorokan. Orang dewasa aja klo lagi sariawan tuh perih banget kan buat minum aja perih nah gimana anak2 klo sampai sariawan gitu! Alhamdulillah anak2 (anak + ponakan) di rumah belum ada yang pernah sariawan dan sakit tenggorokan.

Saya ini masih menganut banyak hal ajaran turun temurun dari Ibu saya, salah satunya adalah membuatkan makanan/masakan untuk anak2. Karena saya ingin menjadi Ibu seperti ibu saya yang saat kami kecil bahjan hingga sekarang pun sering sekali membuatkan makanan, mulai dari bolu, puding, kue lapis, misro, timus dsb. Itu terkesan sekali bagi saya sampai saat ini.

Keinginan seperti ibu saya ini, bukan cuma keinginan tapi harus action, setiap ada kesempatan saya pasti akan membuatkan makanan/masakan untuk anak2, puding, bolu kukus, klepon, bolu, martabak mini dsb, Alhamdulillah sudah saya praktekan. Pasti repot saat prakteknya, di gangguin, di acak2, minta makan, minta minum bahakn urusan ke toilet bisa terjadi saat saya praktek bikin makanan untuk anak2.

Kali ini, saya mencoba membuat cilok ke-2 kali nya, percobaan kali ini saya modif dari resep di internet, juga saya isi dengan irisan ayam yang sudah di ungkep. Jadi biar ada gizi nya gitu, ga cuma sekedar makan tepung (bahan cilok kan tepung). Alhamdulillah anak2 di rumah pada suka.

Resep Cilok isi ayam dan Cilok Balado isi ayam.

Tepung terigu 23 sdm
Tepung tapioka 18 sdm
3 sdt kaldu bubuk
1 sdt gula
2 sdt garam
2 siung bawang putih (haluskan)
1 sdt lada bubuk
1 sdt cabe giling
1 potong ayam yang sudah di ungkep (iris halus)
1-2 batang daun bawang (iris halus)
Air panas sekitar 300ml

Cara membuat:
Campurkan duo tepung, bawang putih, garam, gula, lada, kaldu, daun bawang.
Tuang air panas sedikit2 sampai adonan kalis (tidak lengket)
Panaskan air di panci untuk rebusan cilok, masukkan tulang ayam tadi (kan yang di pakai hanya dagingnya saja).
Ambil adonan seselera teman2 mau di bikin kecil atau agak besar, lalu masukkan ayam di tengah lalu bentuk bulat2.
Rebus adonan bulat2 nya sampai mengapung itu tandanya sudah matang.
Untuk cilok balado
Ambil sebagian adonan cilok lalu tambahkan cabe giling, aduk rata jika adonan menjadi kurang kalis, bisa di tambahkan 1-2 sendok tepung tapioka/terigu, selanjutnya langkahnya sama.
Angkat cilok dan siap di sajikan
Untuk bumbu, saya tidak membuatnya, saya hanya memakai kecap dan saus saja.

Bahan2 cilok

Adonan sudah kalis
Isi adonan dengan ayam

Adonan cilok yang sudah di isi ayam, yang merah itu yang balado
Cilok sudah mengapung

Selamat menikmati cilok dan terus lah membuat masakan/makanan untuk anak2 tercinta, agar anak2 senang karena ibu nya senang memanjakan lidah mereka.
Jangan sampai menjadi Ibu yang malas memasak/membuat makanan, dahulu teman SMP saya bercerita klo dia senang main ke rumah saya sebelum masuk sekolah (dulu kelas 1 SMP masuk siang), karena ibu saya selalu masak, sedangkan ibu nya tidak/jarang sekali memasak.