Tampilkan postingan dengan label Sketsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sketsa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 April 2014

Jogja mengharubiru



Jogja, Jogja dan Jogja…

Kota ini sedari dulu sudah membuatku jatuh hati. Entah karena apanya aku juga bingung, mungkin karena tetangga ku dulu sebagian orang jogja. Sering mendengar tentang kampung halaman mereka.
Menginjak dewasa rasa cinta akan kota ini makin tumbuh bersemi. Terlebih aku beberapa kali pergi dengan tante yang rumahnya di Muntilan dan anak2nya sekolah pesantren disana. Lalu saat aku bekerja, beberapa kali mengunjungi kota ini bersama teman kantor. Juga kisah asmara ku pernah terjalin di kota ini *etjiiiieee (masalaluwoiii, hehehe)

Sudah berkali-kali bahkan kota ini yang paling sering aku kunjungi diantara kota lain bahkan kampung halaman ku sendiri yakni Sumatera Barat.
Akhir bulan Januari hingga awal Februari 2014 Aku sudah mengunjungi Jogja, tetapi aku masih merasa kurang mengexplore kota ini, masih banyak pantai2, air terjun, museum, kuliner yang belum aku singgahi yang belum ada foto narsis ku disana…hahaha ini wajib yaaa!
Liburan Maret rencana untuk kesana tetapi akhirnya batal karena body sedang tidak sehat juga kuliah yang sedang tidak bisa bolos. Untuk itu lha liburan april ini yang rencana awal aku membawa rombongan trip menuju Karimun Jawa akhirnya batal, aku memutuskan untuk mengubah tujuan wisata ku sendiri yaitu Jogja. 

Aku langsung menghubungi teman yang sekiranya berkenan menemaniku saat berada disana, kami deal janjian ya akan pergi bersama dan aku sudah mewanti-wanti teman ku itu untuk tidak menerima job tanggal tsb. Tujuan kami kali ini adalah Gunung Api Purba di Nglanggeran, Jogjakarta.
Tiba saatnya aku berangkat menngunakan bus, karena semua tiket kereta sudah ludes terjual. Aku berangkat pukul 20.00 dari terminal lebak bulus. Kami menngunakan bus White Shark, Fasilitas bus ada TV dan menyetel lagu2, tidak lama kemudian di ganti film Preman Im in Love, lucu juga filmnya. Tidak sampai habis itu film, aku sudah terlelap rasa kantuk yang datang lebih cepat daripada saat dirumah.
Kadang2 terbangun oleh keluhan salah satu penumpang klo AC bus mati. Sampai akhirnya aku terbangun pukul 23.30, langsung chat dengan teman yang akan menemaniku nanti di Jogja, kami chat hingga pukul 00.20. Kembali aku tidur dan juga untuk menghemat batere HP.

Pukul 01.35 Pak supir membangunkan kami para penumpang untuk istirahat sejenak di sebuah rumah makan daerah Cileunyi, aku tidak suka makan tengah malam sehabis tidur kecuali sahur. Aku hanya minum teh hangat dan cemilan yang ku bawa.

Ahh lumayan teh membuat perut hangat. Istirahat selesai pukul 02.15 bus terus melaju dan aku pun melanjutkan tidur. Sampai pukul 5.10 aku terbangun untuk shalat subuh dan kembali tidur. Terbangun lagi pukul 6.50 karena silaunya mentari pagi yang masuk dari jendela, sengaja aku tidak menutupnya dengan gorden, aku sangat menikmati hangatnya sinar mentari menerpa wajah. Lalu aku bertanya dengan temanku, sudah sampai mana perjalanan kita? Jawabnya baru sampai Tasikmalaya. OMG masih jauuuhh kalii untuk sampai Jogja, ya sudah nikmati dan pasrah saja. AC rusak yang keluar hanya hembusan angin, suara tangis bayi/anak2 sudah mulai, mereka melampiaskan panas dengan menangis. 


Sekitar pukul 9.40 akhirnya istirahat di pom bensin Karang Pucung, Cilacap, kami bersih2 segarnya ketemu air, lalu kami membeli sarapan dan tak lupa membeli minuman dingin untuk asupan tenggorokan yang teriak panas2, hehehe. Mulai jalan lagi jam 10.10 tetap dengan kondisi AC yang tetap rusak.  Bus terus melaju melintasi jalan Purwokerto, Gombong, Kebumen, Wates dan Jogja. Alhamdulillah akhirnya sampai kami di Jogja sekitar pukul 16.30, Aku dan seorang teman kantor bernama Vivi berhenti di Terminal Giwangan. Kak Vivi melanjutkan menggunakan bus tujuan Surabaya dan akan turun di Klaten. Sedangkan aku melanjutkan menggunakan TransJogja jalur 3A menuju TegalGendu Tujuan utama ku adalah Kota Gede.
Sampai di Kota Gede pukul 17.00, Huufft perjalanan Jkt-Jgj menempuh waktu 21 jam, OMG…Tapi yaa masih mending dari tahun lalu 27 Jam Jkt-Ciamis bayangkan saudara2, hehe…tepos pantat duduk di mobil elf *elus2pantat.

Setibanya di Kota Gede, Aku istirahat sebentar mengobrol dengan temanku, mau mulai nanjak sekarang tapi harus pulang besok pagi2 sekali karena dia ternyata ada job untuk jadi fasilitator outbound di tempat temannya atau nanjak selepas acara outbound Sabtu sore jadi bisa dapat sunset dan sunrise.
OK lha klo begitu diputuskan untuk ikut acara outbound dulu pagi hingga siang hari dan nanjak setelah itu. Setelah selesai ngobrol aku segera mandi, rasa panas 21 jam dalam perjalanan membuat tubuh ini sangat ingin menikmati sejuknya air. Selesai mandi maghrib pun tiba, shalat di Mesjid seberang tempat kami tinggal, Lalu kami makan malam dengan menu ayam penyet *nyamnyamnyam.

Esok paginya jam 6, kami sudah berangkat menuju Kaliurang tempat diadakannya outbond, kami melewati  UGM, dengan pemandangan yang super indah yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, ahh senangnyaaa walau hanya melihat sembari jalan. Sampai di lokasi tempat outbond yang bernama LedokSambi sekitar pukul 6.50



Ahhhh mataku langsung berbinar saking senangnya, lokasi itu dikaki G.Merapi, pemandangan pagi hari yang masih berkabut dengan matahari yang baru muncul dari peraduan dengan hamparan sawah dan bunyi air sungai menambah indah tempat ini. Langsung aku mengabadikan tempat tsb dengan kamera maupun dengan HP…Rasanya aku akan betah tinggal disini. Tidak lama semua fasilitator berkumpul untuk briefing dan olahraga ringan.

 

Pukul 8.20 para peserta mulai berdatangan dari SD Salman AlFarizi, Jogjakarta. Peserta ikhwan dan akhwat dipisah begitu juga dengan fasilitatornya. Acara dimulai dengan pembagian kelompok lalu sarapan. Lalu acara utama di lakukan di lapangan luas yang berada di bawah melewati sungai kecil. Anak2, fasilitator juga para guru menuruni tangga menuju lapangan tsb.
Berbagai games di sediakan oleh fasilitator, mulai dari memenuhi air dalam botol dengan bantuan pipa-pipa, lalu menjejakkan karpet, menyebrangi air menggunakan tali, flying fox, flying bambu, menangkap belut dsb. Suka sekali dengan keceriaan anak2 tsb, ada yang sportif ada yang lama dalam bertindak, tidak fokus dsb. Yang aku perhatikan memang peserta ikhwan lebih sulit diatur, mulai saat sarapan saja banyak yang sambil jalan melihat pemandangan lain dengan peserta akhwat, sarapan dengan tenang duduk ditempat masing-masing. Saat permainan pun demikian, peserta ikhwan lebih banyak becandanya dan lebih banyak curangnya tapi disanalah memang keceriaan lebih muncul dan terasa alamiah memang sifatnya anak-anak.



Selesai acara sekitar pukul 12. Kami gantian untuk shalat, saat hendak penutupan acara hujan turun dengan lebatnya, jadilah ditunda penutupan acara hingga selesai hujan sekitar pukul 14. Selesai acara aku dan teman ijin pulang, kami hendak pergi lagi untuk nanjak G. Api Purba. Saat perjalanan pulang, motor yang kami tumpangi sempat 2x mati *entah karena apa. Dan sampai sesuatu hal terjadi di jalan Batikan, temanku menabrak sebuah motor yang sedang diparkir di pinggir trotoar, dan pengendaranya itu seorang ibu sedang berdiri diatas trotoar. Awalnya aku bingung ini kenapa jalannya mepet sekali dengan motor tsb. Dan bruuuggg bruugg tertabraklah itu motor, jatohlah kami. Temanku mengalami luka di bibir bagian dalam juga di lutut serta tulang kering kaki sebelah kiri. Temanku langsung meminta maaf ke ibu punya motor, ibu itu langsung bingung juga ngomel-ngomel *wajarsihmenurutku. Oya ibu itu juga mengalami pusing dibagian kepala belakangnya. Temanku terus meminta maaf juga sambil membenarkan motornya dibantu pengendara lain yang berhenti. Ibu itu langsung menunggu suaminya, tidak lama kemudian suaminya datang, kembali temanku meminta maaf, tapi suaminya tsb tidak terima langsung meminta KTP n STNK motor tmn ku itu. 

Suaminya itu minta untuk memeriksakan istrinya di RS terdekat, kami menuju RS Hidayatullah, langsung ibu itu diperiksa ternyata perawatnya itu temannya temanku jadilah temanku bisa bertanya dengan seksama dengan dokter dan suster di RS tsb. Hasil pemeriksaan tidak ada masalah dengan kepala ibu tsb, hanya perlu minum obat beberapa hari. Urusan kepala selesai, sekarang urusan perbaikan motor, suaminya meminta hari Senin membawa motornya ke bengkel, pembicaraan antara suami itu itu dengan temanku cukup emosional. Keputusan dibuat Senin untuk ke bengkel.
Aku dan temanku masuk kembali ke RS sekedar untuk istirahat, lebih tepat mengistirahatkan otak/psikis kami yang shock, sampai akhirnya teman kantor ku (Kak Vivi) datang menengok keadaan kami, Kami ngobrol sebentar lalu shalat maghrib. Temanku sungguh sangat letih sampai dia tertidur pulas tidak sadar akan kedatangan kami selesai shalat. *aku sempat moto pas tmn ku tertidur :p, hohoho.

Setelah semua keadaan lebih baik, kami pun pulang. Aku dan temanku menyempatkan diri untuk membeli makan malam juga es batu untuk mengompres luka dibibir temanku.
Selesai makan, kami beristirahat, temanku istirahat lebih cepat *tumbenbgt. Aku masih asik membaca dan main HP, tidak lama kemudian aku pun menyusul tidur. Ahhhhh nanjak yang batal ini

Minggu subuh aku sudah terbangun untuk shalat subuh, kami bermalas-malasan, nonton kartun dulu sampai jam 9 kami keluar untuk membeli sarapan dan siap beraks di 0 km untuk melihat para tukang skatcer jogja melakukan aksinya dalam rangka “Jogja Heritage” Water Color plein air 2014 yaitu mensketsa pemandangan sekitar, ada yang membuat sketsa ged.BI, Ged.kantor pos, ataupun hanya sekedar sketsa bapak tukang becak yang sedang markir di dekat gedung.



Aku muter-muter melihat mereka beraksi menggoyang-goyangkan pensil dan cat air mereka, hasilnya bagus2 banget, temanku pun mulai beraksi corat-coret mensketsa bapak tukang becak. Sebenarnya dari awal datang, aku sudah ingin mencoba tapi apalah daya tdak membawa peralatan perang (min.kertas dan pensil) eh tapi akhirnya ditawari temanku untuk mencobanya ya sudah mari ikut beraksi mencoba membuat sketsa ged.BI tapi tanpa di warnai.












 Ahahaha hasilnya sangat jelek, sangat jauh dibandingkan dengan mereka yang memang ahlinya.


Tepat selesai azan dzuhur kami meninggalkan lokasi. Kami bergegas menuju terminal giwangan untuk membeli tiket bus pulang ke Jakarta untuk aku. Dapat tiket jam keberangkatan pukul 15. Kami pulang ke Kota Gede untuk beberes barang dan shalat lalu berangkat lagi menuju terminal. Sebelum keberangkatan tidak lupa kami isi dengan mengobrol, isi obrolan tentang keluarga dan masih berkutat di rencana trip yang gagal, (kapan kita jadi ke G.Api Purbanya karena rencana sunset n sunrise gagal, kapan kita keliling pantai dsb) dan pukul 15.20 Bus siap untuk diberangkatkan.

Kawan, masih banyak tempat di Jogja ini yang belum aku explore, Smoga dirimu masih bersedia setia menemaniku mengexplorenya bersama. Yaaa bersama selamanya *lebay

Terimakasih sudah melewatkan 3H2M bersama, senang dan sedih bersama. *lebay (18-20 April 2014)
(17-21 April 2014)
                                                                                                                                Jakarta, 22 April 2014

Selasa, 15 April 2014

SKETSA

Memulai Sketsa lagi, dulu *dulu banget suka corat-coret tapi hasilnya entah kemana.
Terakhir nyeket itu akhir tahun saat trip ke Ijen tapi hasilnya lupa naro, hehehe *pikun

Jadi saat ini mau mulai kembali nyeket dengan kemampuan seadanya dan terus mau belajar


Silakan nikmati hasil karya ku

Gb 1: Rangkian

Gb 2: Jam Gadang


Sayang sekali gambarnya lecek, biasa korban gencatan di krl commterline, smua buku/kertas pasti jadi lecek seperti baju belum di setrika, hehehee

Gambar 1: Rangkiang, tempat menyimpan beras/padi
Gambar 2: Jam Gadang, sebenarnya ini gambar belum selesai di bagian tangga bawah itu seharusnya ada pohon tapi nanti lha yaa aku teruskan lagi

 
Gb 4: Musholla/Mesjid Al-Ihsan, Unindra

Gamabr 4: Musholla/mesjid Al-Ihsan di Unindra, sketsa ini dibuat saat Saya sedang bosan menunggu Dekan yang masih sedang menguji Thesis. Klo ga butuh tandatangan mah males banget nunggu berjam2, hehehe.

Gb 5: Ged.BI, Jogjakarta



Gambar 5: Ged. BI, Jogjakarta. Sketsa ini dibuat bersama  dengan para master sketsa Jogja dalam acara "Jogja Heritage" KOLCAI Watercolor plein air 2014 . Kumpul di titik 0 km. Senang bisa kumpul kenal dan ikut belajar bersama mereka

Catper: Pekanbaru dan Bukittinggi




Perjalanan ini adalah sebuah perjalanan keluarga yang mempunyai tujuan khusus yakni melamar calon menantu untuk adik Saya yang bertempat tinggal di Lintau Buo (Sumatera Barat). Alhamdulillah kami mendapatkan tiket promo dari Tiger Airways pada bulan Maret, langsung saja Saya booking untuk pemberangkatan bulan April, padahal kami sudah pasrah karena promo tak kunjung datang, jika dengan harga normal, bisa habis banyak hanya untuk akomodasi pesawat saja.

Jadwal penerbangan kami pukul 5.20 WIB, Kami mulai bangun pukul 2.30 inilah kali pertamanya Saya mandi dini hari, hahaha, Kami pun berangkat dari rumah pukul 3.00, kami lewati jalan yang lumayan ramai dipenuhi oleh aksi anak muda melakukan track2n motor. Saya pun bergumam, yaa ampun gini hari enakan tidur malah track2n yang mengancam nyawa…tol demi tol kami lewati dan akhirnya tepat pukul 4.20 kami sampai di Bandara Soeta. Setelah berpamitan dengan abang, istrinya dan adik Saya, Kami bergegas masuk untuk check-in. Setelah semua selesai, kami menunggu sebentar diruang tunggu dan pengumuman untuk masuk kedalam pesawat pun tiba, Tiger Airways pagi ini ontime bahkan belum waktunya kami sudah lepas landas ke udara. Bismillah dan doa tak lupa kami lafadzkan agar penerbangan ini selamat sampai tujuan yakni Pekanbaru. Shalat subuh tidak sempat kami lakukan di Musholla jadi shalat dalam pesawat pun jadi.

Alhamdulillah pukul 6.35 Kami mendarat dengan mulus di Bandara International Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Menunggu bagasi lalu berfoto sebentar sebagai kenangan kami pernah kesini, lanju perjalanan darat menggunakan mobil menuju Lintau Buo dimulai pukul 7.20. Sebelumnya kami mampir membeli buah2an di pasar Jl.Soekarno lalu sarapan lontong sayur juga soto daging. Setelah perut terisi kami pun melanjutkan perjalanan. Alhamdulillah cuaca pagi ini sejuk karena habis hujan. Tengok kanan-kiri Saya memperhatikan jalan, kami melewati RS.Jiwa Tampan (begitu namanya) kami lewati Universitas Islam Pekanbaru. Mobil terus melaju dengan kencang karena memang sangat lancar, pemandangan indah tersaji sepanjang jalan, bukit-bukit menjulang tinggi, tapi bukit ini Saya rasa tidak lama lagi akan rata karena penambangan batu2annya terus di keruk, oya longsor juga sangat rawan terjadi disini.
Sekitar pukul 12, Kami melewati kelok 9, kelok yang baru diresmikan oleh Bapak Presiden SBY itu sungguh sangat kokoh, berada ditengah-tengah tebing-tebing tinggi. Sayangnya kami tak sempat turun untuk sekedar berfoto mengabadikan kami telah melewati kelok ini. Tak lama dari kelok 9 ini kami berhenti di sebuah toko penjual oleh2 khas minang, kami beristirahat sekaligus shalat dzuhur. Setelah beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan, mendekati tujuan utama kami, pemandangan lagi-lagi sangat indah, gunung Sago menjulang tinggi, dengan sangat menggoda seolah memanggil Saya untuk mendakinya suatu saat nanti, hehehe.
 

Tepat pukul 14.30 Kami sampai, sambutan hangat diberikan oleh keluarga teman adik saya. Kami pun beristirahat sambil terus berbincang dan memperkenalkan diri. Di daerah ini hamper setiap rumah memiliki halaman yang luas untuk berkebun dan mempunyai kolam ikan/empang yang bisa tiap waktu di ambil ikannya untuk dimasak..aihh sedapnyaa.   




Keesokan harinya (minggu) Saya, Ibu dan Mauwo (bibi) berjalan kaki untuk mencari sarapan, sepanjang jalan kami melihat pohon buah coklat banyak ditanam warga karena memang daerah ini terkenal dengan hasil coklatnya, harganya pun lumayan tinggi 30-40rb/kg, akhirnya kami tiba di Pasar Minggu Buo tidak jauh dari rumah, pasar di Sumatera Barat tidak selalu ada tiap hari dan kebetulan kami ada di hari yang tepat, kami pun membeli pisang kapok (pisang batu sebutan daerah Sumbar) pisang disini di hargai dengan menghitung jumlah pisang yang terdapat dalam satu sisir, 10 pisang di hargai 8rb, pisang yang kami beli terdapat 23 buah jadilah harga 21rb untuk 1 sisirnya. Kami terlalu pagi untuk bisa masuk ke pasar kaena para pedagang masih baru mempersiapkan dagangannya, niat untuk membeli biji kopi pun tidak terlaksana. Setelah membeli pisang, kami pulang ke rumah. 

Acara lamaran yang kami kira dilaksanakan pada minggu pagi sekiar pukul 10 ternyata dipending jadi malam hari. Kami bingung sampai malam hari kami ngapain, akhirnya kami putuskan untuk jalan ke Bukittinggi. Rencana menggunakan angkutan umum pun tidak jadi karena dicarikan mobil sewaan untuk keBUkittinggi, ya sudah kami jalan sekitar pukul 10. Lagi-lagi kami menikmati pemandangan yang sangat indah, gunung Sago di sebelah kiri jalan,konon katanya G. Sago ini tidak bisa di daki karena mistis yang sangat kental juga lebatnya hutan (kata supir kami), sebelah kanan bukit – bukit tinggi menjulang. Mobil masih melaju tidak lama kemudian pemandangan gunung lain pun tersaji yaitu G. Singgalang sebelah kiri dan sebelah kanan G. Merapi..kedua gunung ini bisa atau biasa di daki oleh para pencinta alam, tapi yang lebih familiar G. Merapi *kapanyahakubisakesana?

Akhirnya sekitar pukul 12, kami sampai di bukittinggi, wisata jam gadang itulah tujuan utama kami. Saya yang mempunyai orangtua asli Sumbar akhirnya kesampean menginjakkan kaki di jam gadang ini, hahaha…foto2 narsis pun kami lakukan dengan latar jam tsb. Alhamdulillah foto aku sangat maknyuzz dengan awan yang biru mentereng *loncat2kegirangan. Setelah puas berfoto kami ke pasar atas melihat2 baju dan mukena bordiran yang buagus2 dan muahal2. Mata ini tak puas jika hanya melihat, satu gamis penuh bordiran pun akhirnya terbeli untuk Ibu Saya. Selesai berbelanja, Kami shalat Dzuhur di samping pasar atas yakni Mesjid Raya Bukittinggi/ Pertamax kesini, ada yang unik menurut ku yaitu system toiletnya, toilet di masjid ini, pintu2nya hanya setengah badan dan bagian klosetnya hanya ubin keramik yang menjorok miring kebawah sehingga air pembuangan terus mengalir, bau pesing yang biasa tercium di toilet2 pun di toilet ini tidak ada alias tidak bau pesing. Ahh coba toilet2 lain bisa mencontoh system seperti ini, bisa dipastikan bau pesing pun tidak ada. Selesaishalat kami makan siang di sate padang Ma Aciak, 1 porsi 16rb, sayangnya menurut lidah kami, sate ini kurang sedap, dagingnya asam dan potongan dagingnya terlalu besar. Selesai makan, kami melanjutkan berfoto di depan gedung Bung Hatta yang berada tepat di seberang jam gadang.
Selesai bernarsis dan berbelanja, kami pun pulang melewati jalan/rute yang berbeda kali ini kami akan melewati danau Singkarak. Niatnya jika melewati jalan yang pertama, kami mau minum kopi kawa di gerageh yaitu kopi dari daun kopinya disajikan dengan batok kelapa tapi ternyata kami tidak lewat jalan ini lagi. Danau singkarak ini sangat luas, ini kali ke-2 saya melewatinya, tapi untuk kali ini Saya mengabadikan keindahan danaunya sambil membeli ikan bilih 50rb/0.5kg…asiik ikan bilih ini enak bgt. Akhirnya kami sampai rumah pukul 18, Kami pun bersiap diri untuk acara inti juga shalat maghrib.



Tepat pukul 19.20, Kami memulai acara, acara pertama jika di Sumatera di buka dengan makan, karena malam hari yasudah makan malam, berbagai menu tersedia, ada rendang, gulai ikan, sambalado teri dsb semua khas minang. Tidak lama setelah makan barulah acara inti dimulai dengan pembukaan dari perwakilan tuan rumah, memperkenalkan diri dan semua keluarga yang hadir dan menanyakan maksud kedatangan kami. Ayah Saya pun menjawab maksud kedatangan juga memperkenalkan keluarga yang dibawa. Bahas membahas, adat bagaimana, KUA disana bagaimana dsb, Alhamdulillah semua selesai dengan lancar, di akhiri dengan foto bersama. 

Esok harinya, Ibu dan Mauwo saya pulang duluan sekitar jam 6 menuju kampung halaman kami yaitu Tiku dan Muaro Putus karena ada keperluan jadi tidak pulang bareng aku, ayah dan adik. Sisanya Saya, Ayah, adik n temannya pulang untuk kembali ke Jakarta sekitar pukul 8. Kami berpamitan, lalu rencana tujuan kami adalah mengunjungi Istana Baso Pagaruyung, istana ini baru selesai di rehab karena habis terbakar akibat petir menyambar. Sedikit Saya jelaskan sejarah tentang istana ini Istana ini terletak di Batusangkar, kabupaten Tanah Datar. Dari sumber tambo, nagari ini dulunya adalah merupakan ibu kota dari kerajaan Pagaruyung.

Sejak tahun 2001 Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar telah memulai untuk melakukan pemindahan secara bertahap pusat pemerintahan dari Batusangkar ke Pagaruyung. Dimana program ini dimulai dengan mendirikan kantor Bupati di kawasan nagari ini.

Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah sebuah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat.
Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.

Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh umum.

Pada tanggal 27 Februari 2007, Istano Basa mengalami kebakaran hebat akibat petir yang menyambar di puncak istana. Akibatnya, bangunan tiga tingkat ini hangus terbakar. Ikut terbakar juga sebagian dokumen, serta kain-kain hiasan.. Diperkirakan hanya sekitar 15 persen barang-barang berharga yang selamat. Barang-barang yang lolos dari kebakaran tersebut sekarang disimpan di Balai Benda Purbakala Kabupaten Tanah Datar. Harta pusaka Kerajaan Pagaruyung sendiri disimpan di Istano Silinduang Bulan, 2 kilometer dari Istano Basa.
Sementara itu, biaya pendirian kembali istana ini diperkirakan lebih dari Rp 20 miliar     
Istano Basa Pagaruyung yang dibangun kembali tahun 1976 merupakan duplikat bangunan Istano Rajo Alam Minangkabau yang dibakar Belanda tahun  1804. Bangunan ini terdiri dari 11 gonjong, 72 tonggak dan 3 lantai.  Objek wisata ini dilengkapi dengan surau, tabuah  Rangkiang Patah Sambilan,  serta fisik bangunan Istano Basa Pagaruyung dilengkapi dengan beragam ukiran yang tiap-tiap bentuk dan warna ukiran  mempunyai falsafah, sejarah dan budaya Minangkabau.
Terletak di Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas  yang merupakan pusat Perintahan Kabupaten Tanah Datar,  + 5 km dari kota Batusangkar dan mudah dijangkau oleh sarana transportasi roda 2 dan roda 4

 
Sampai di Istana sekitar pukul 9.10 kami membeli tiket dewasa 7rb/org. 
Aihh senangnya akhirnya Saya datang juga kesini, ngidam ketempat ini sudah lama, foto2 narsis pun dimulai, oya ada gunung yang setia menjadi teman setia di sekitar istana ini. 
 
Sayangnya jika pagi hari matahari berada di belakang istana, alhasil jika berfoto ria hasilnya backlight. Disarankan jika ingin kesini, sore hari lha waktu yang tepat, InsyaAllah bisa mendapatkan hasil foto yang maknyuss dengan lata awan yang biru menjulang. Selesai foto di luar kami memasuki istana, aihh isinya indah dengan segala bentuk kerajinan kain, ukiran kayu  juga pedang2 dsb. Ada jasa memakai pakaian adat seharga 35rb/pakaian lengkap dengan sunting kepala tetapi kami menolak dengan alasan kami hanya sebentar disini. Foto2 lagi didalam istana dengan berbagai gaya.

Selesai dari istana sekitar pukul 9.50 kami melanjutkan perjalananmenuju Pekanbaru, kami melewati lagi kelok 9 dan kali ini saya meminta ke supir untuk berhenti sebentar untuk mengabadikan diri berfoto dengan latar tsb. Dipinggir2 jalan dibagian atas kelok 9 ini terdapat beberapa penjual minuman juga jagung bakar.
Foto2 selesai lanjut lagi jalan, mobil melaju kencang walaupun jalan berkelok-kelok. Waktu Dzuhur telah tiba juga perut minta diisi akhirnya kami pun beristirahat di sebuah rumah makan padang, menu khas minang tersaji tapi menu soto daging yang aku pesan untuk menghangatkan perut agar tidak mual karna jalan berkelok tadi.

                                                                      Selesai makan, lanjut lagi perjalanan melewati tebing-tebing batu lagi, penambangan batu terus berjalan, aku sempat memoto tebing2 tsb. Aiih akhirnya sekitar pukul 16 kami tiba di Pekanbaru karna waktu checkin masih lama, kami memutuskan untuk mampir sebentar ke rumah ibu teman kostnya teman adik aku. Lalu aku n tata (nama tmn adikku) pergi belanja ke pasar bawah disini pusatnya oleh2 ada lempok (dodol durian) dan berbagai snack dan minuman khas Malaysia. Hampir semua snack yang made in Malaysia, oya tak lupa kami membeli ikan salai ikan khas asli Pekanbaru. Setelah selesai semua, kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke bandara. Sampai di bandara sebelum waktu maghrib, kami disuguhi dengan sunset yang sangat indah, Saya sempat memotonya dari balik kaca. Pukul 19.13 kami mulai terbang lagi dengan TigerAirways, jadwal ini jauh lebih cepat dari jadwal yang seharusnya 19.25. Bismillah dan doa kami ucapkan agar penerbangan ini selamat sampai Bandara Soeta. Alhamdulillah pukul 20.30 kami mendarat dengan selamat setelah beberapa kali awak pesawat mengumumkan cuaca sedang tidak bersahabat. Lanjut dengan damri menuju pasar minggu dan dilanjutkan menggunakan krl commuterline, sampai rumah pukul 00.
Ahhh Alhamdulillah semua selamat sampai rumah, acara berjalan lancar dan ngidam aku untuk ke Jam gadang, istana pagaruyung juga kelok 9 sudah tercapai. Semoga perjalanan ini diberkahi Allah. Aamiin
Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kau Dustai (Pemandangan SumBar sangat-sangat indah)
Sumber:http://kota-batusangkar.blogspot.com/2013/03/wisata-sejarah-budaya-istana-pagaruyung.html

Oya, Saya sempat membuat sketsanya untuk Jam Gadang dan Rangkiang



                                             
Trip to Pekanbaru dan Bukittinggi 5-7 April 2014
                                                 Citayam, 9 April 2014, 17.54 (Bertepatan dengan Pemilu Caleg 2014)