Selasa, 25 Juli 2017

Me-nenda di Papatheo menjadi pengalaman pertama bagi Caca dan teman2, 22-23 April 2017


Perjalanan trip ini sebenarnya tidak sengaja alias mendadak.
Pesertanya pun hanya teman2 kantor. Karena sebenarnya perjalanan ini untuk mengobati rasa rindu dan sedih karena trip katanya dari kantor pending entah sampai kapan.
        Karena keburu sudah pengen banget nge-laut, peserta request, kita jadiin aja lha yuk mba Siti.
        OK, Siapa takut! Jawab ku
        Aku memberi opsi, mau paketan biasa atau nenda?
        Mereka kompak menjawab Nenda….
        OK SIAP, Segera aku atur semuanya.
Kami hendak menginap di pulau Papatheo/Petondan Kecil, pulau tsb tidak berpenghuni, jadi memang sangat tepat untuk nenda.
Sejumlah informasi, aku kumpulkan tentang Pulau Papatheo ini.
Pulau ini dekat dengan Pulau Harapan, jadi nanti dari Harapan naik kapal lagi menuju Papatheo.
Tanggal sudah ditentukan, teman2 sudah bayar DP jadi bisa booking kapal tradisionalnya.
List keperluan nenda sudah dibuat, urusan tenda, kompor, nesting itu jadi tanggungjawab ku.
Total peserta 7 orang ditambah aku dan suami jadi 9 orang lalu tambah si mungil Caca jadi 10 orang.
Tiba saatnya hari-H, rombongan terbagi menjadi 2 keberangkatan yaitu dari Pejambon (Indah, Era, Vivi dan Eka), dan dari Kemanggisan (Aku, Vierda, Nur, Eva dan Rian).
           Sedari Subuh, handphone ku sudah rajin berbunyi tang ting tang ting, pada laporan, Mba Sit, kita sudah rapih nih, tolong pesanin grabcar dong, OK pesan buat grup Pejambon menuju KaliAdem. Berangkatlah mereka dan sampai tujuan dengan cepat karena jaraknya ga terlalu jauh dan belum macet.
          Nah giliran grup Kemanggisan yang telat, karena Nur bermasalah dengan perutnya ditambah Rian yang jemputnya juga mepet2 dari rumahnya di Cipulir masih harus ke Kemanggisan dl untuk nantinya bareng, Eva sudah aman karena sudah sampai sesudah subuh.
OK Sekitar jam 6.30an kita dari Kemanggisan baru jalan menuju KaliAdem, dan macet telah panjang, sehingga mobil kami tidak bisa lebih mendekat ke pelabuhan, belum lagi beli tiket kapalnya.
Jadi ya itu mas Vierda duluan turun untuk beli tiket, alhasil beban bawa tenda dibebankan ke Rian, hahaaa, maaf ya boy jadi ketimpahan bawa tenda.
          Aku sendiri cukup berat dengan menggendong Caca juga keperluan kami. Jalannya cukup jauh lho ini, jadi lumayan berasa gobyoss nya, hihihi
Sampai di tempat kumpul Kaliadem, teman-teman grup Pejambon meneriaki kami khususnya Nur dan Rian yang menjadi sebab musabab keterlambatan kami.
        OK tim sudah kumpul, tiket sudah ditangan, masuklah kami ke dalam kapal dan langsung cari posisi bangku yang nyaman, horaaayyyy akhirnya kita berangkat.


 
        Sekitar jam 8 berangkat lha kapal menuju P.Harapan, suasana kapal penuh tapi tidak sesak, sudah beda dengan dulu terakhir aku ke p.1000, penuh, sesak n pengap. Ngobrol2, sarapan, foto2 dan tidurrrr, menyimpan energi untuk aktifitas di pulau. Dan Alhamdulillah akhirnya tiba di P.Harapan sekitar pulau 10.30an, yess yesss, mari kumpul foto dulu di dermaga, lanjut jajan2 dan makan siang dl lanjut shalat Dzuhur dan ganti kostum untuk snorkeling.
Jadi sebelum ke P.Papatheo, kita snorkelingan dulu di 2 spot. Spot ke-1 itu lumayan dalem tapi ikan2 nya buanyak dan cantik2, dibandingkan spot ke-2 yang cetek, ikan sedikit tetapi yang bagusnya adalah terumbu karangnya, lanjut jelajah pulau untuk foto2 main ayunan dan watersport pada main sofaboat.

          Caca selama di kapal, lebih banyak tidurrr, spot ke-1 aku bahkan bisa puas snorkeling, Caca bobo pulas beralaskan kain gendongan dan selimut jaket, hehe. Lanjut spot ke-2, aku sebentar saja snorkelingnya karena Caca bangun, oya di spot ke-2 ini Caca juga turun lho ikutan renang tapi karena nyawa belum ngumpul, baru bangun tidur langsung dipakein pelampung jadinya nangissssssss, hahaha.

Gpp Nak, ini pengalaman pertama kamu, renang langsung di laut, biar jago berenangnya biar bisa ikutan kursus diving n bisa liat surga bawah laut nanti jika sudah besar. Aamiin.


       Nah setelah puas snorkeling, kita jelajah pulau Perak untuk main pasir (khusus Caca), foto2 di ayunan n main sofaboat. Semua senang semua riang, horayy.
          Sudah puas semua mari lanjut kita menuju Papatheo hari sudah mendung dan sudah menjelang maghrib. Masih ada PR untuk bangun tenda, kita bangun 3 tenda lumayan dekat dengan pantai dan sumur air. Berhubung aku bawa Caca jadi aku curi start untuk mandiin n bersihin badan. Numpang di toilet seadanya penjaga pulau, jebar jebur dengan air yang minim yang penting Caca ga lengket air laut, kasian euyy nanti gatal2. Selesai aku bersih2, lanjut bantuin bikin tenda, teman2 juga gantian mandi seadanya dan ganti baju di tenda. Oya hujan juga sudah turun ini jadi sambil hujan2an juga deh bikin tendanya, hehehe, seruu lha.
Selesai 3 tenda didirikan, semua ganti baju, rapi, wangi, mariii masak makan malam juga bakar ikan, nyam nyam nyammm, kenyaang n capek.
      
          Oya ada hal agak horor disini, Caca sempat nunjuk ke arah jalan kecil manggil Nenek-Nenek. Entah itu kangen sama nenek atau “melihat” sosok nenek, ahh sudah lha, langsung aku alihin Cca dengan hal lain saat itu.
        
          Aku masuk tenda duluan bersama Caca, yang lain ngumpul di tenda 2 n 3, ada yang tidur ada yang main games tebak2 lagu dsb. Sekitar jam 23an sudah selesai main games, mas Vierda pun masuk ke tenda dan kami semua bobo. Belum juga pulas-pulas amat tidur eh hujan deress bangeett dan angin, ya you know lha angin pantai gimana. Aku cemas banget takut tenda pada bocor dan ternyata benar, tenda Rian bocor karena memang ga pakai flysheet pas masangnya jadi dia ngungsi ke tenda Eva, saking khawatirnya, aku sama mas vierda beresin barang2 masukin ke tas biar klo ada apa2 bisa keluar dari tenda dan neduh di bawah bangunan atap seadanya buat tempat simpan perahu yang belum jadi. Mau lari ke rumah penjaga pulau tidak mungkin karena lebih jauh dan dipulau ini juga tidak ada bangunan yang bisa digunakan, yang ada hanya hutan. Jadi dari awal kami datang tidak disarankan untuk kemah kedalam karena masih hutan dan bawa anak balita, hiiii seraaam.
Lha klo aku sama mas vierda sih sudah sering ngemping digunung, lha buat teman2 lain, ini adalah pengalaman pertama mereka ngemping, juga snorkeling, jadi hal keamanan sangat diperhatikan. Hujan terus turun sampai menjelang subuh. Ahhhh lega rasanyaaa pagi akan tiba.
Saat subuh semua sudah bangun untuk segera shalat dan beres2 packing sambil masak sarapan dengan menu spagethi, nyam nyam lezaattt. Semua makan dengan lezatnya sambil menghadap pantai yang bersih, laut yang tenang, nikmatnya trip ini.


Selesai makan, packingan beres, foto2 juga puas…mari kita cabut dari pulau ini sekitar jam 8.30 menuju P.Bulat untuk jelajah lagi, Caca bobo lagi di kapal jadi aku tidak ikut turun.Selesai dari P.Bulat kapal mengantarkan kami menuju dermaga P.Harapan untuk kembali ke KaliAdem. Suasana dalam kapal sudah penuh, tapi alhamdulillah masih kebagian bangku. Yuhuuu mariii kapal berangkat sekitar pukul 12, sampai kembali di Pelabuhan Kaliadem sekitar jam 14, istirahat sebentar masih bisa shalat dzuhur dan selesai bubar dengan teman-teman.

Selesai trip ngemping kali ini.
Ini adalah trip pertamanya Caca lho, yang nginepnya nenda, berenang dilaut/snorkeling juga sekaligus pengalaman teman2, smoga pengalaman ini bisa bermanfaat yaa, jadi tau rasanya ngemping itu, jadi tau cara pakai alat snorkel itu. Enaakk kan? Jadi klo besok2 mau trip lagi udah sedikit lebih ngerti lha yaaaa.

Terimakasih sudah trip bersama Holadios Travel *lupa bawa spanduk, ga ada foto2 iklannya deh

Jumat, 05 Agustus 2016

Caca Berkunjung ke Musem BI

28 Mei 2016, Aku sudah rapi sedari pagi, hendak pergi ke kantor Prudential. Sabtu ini ada teman yang ingin tau tentang prudential. Aku membawa Caca karena jika ditinggal maka cadangan Asip yang cuma ada 5 botol pasti akan terpakai. Sesampainya di kantor (kokas), aku menemani teman ku untuk mengetahui bagaimana n apa itu Prudential, tetapi teman ku ini tidak sampai selesai mengikuti acaranya, akhirnya kami pulang. Aku n Caca diantar sampai st.Manggarai sekitar pukul 10.30.
Aku yang lagi kangen jalan-jalan, akhirnya menghubungi suami ku yang belum jalan kuliah dan ku suruh bolos, hehehe *jgn dicontoh ya. Ku suruh susul ke st.manggarai, sambil nunggu, moto2 Caca dulu lah, hehehe, sampailah suami ku bada' dzuhur, lalu kami shalat dan siap berangkat menuju st.kota. Sudah tengah hari, kami putuskan untuk isi perut dulu mampir maem ke kfc, setelah itu baru kami mulai jalan menuju Museum Bank Indonesia.



Dari st.kota menuju museum harus melewati jalan bawah Tanah, sekarang sudah ramai diisi pedagang makanan, buah, pakaian dsb, ada juga hiasan2 untuk mempercantik jalan bawah Tanah tsb, jepret2 tak lupa kami abadikan moment ini :)



Tiket masuk museum Rp.5000, ada promo jika mahasiswa/pelajar maka tiket gratis, hehehe...bagus kami cukup membayar 1 tiket saja. Caca masih anteng, senyum2 terus, foto2 terus, hehehe..tak lupa kami buat video singkat untuk kenangan.



oweeek oweekk oweekk...akhirnya lapar juga ini bocil Caca, jadi sambil jalan sambil nyusuin bocil, foto2nya jadi kurang syedaaapp karena Caca ketutupan kain juga kami tidak bias lagi menceritakan apa saja isi museum kepadanya karena lelap tertidur.



Kepikiran ga sih sama teman2 yang baca blog ini untuk membawa baby 4bln ke museum???
Aku n suami sudah bertekad untuk meminimalisir membawa anak ke pusat perbelanjaan (minimarket, alfa, giant dkk), kami mencoba untuk tidak mengajarkan konsumtif kepada anak, atau anak bias saja mencontoh dari pengunjung2 tempat tsb., bahwa ke pusat perbelanjaan pasti akan membawa belanjaan walaupun sedikit, ada sih yang ge belanja juga :)




Kami ingin anak kami lebih mengenal negaranya, pahlawannya, bermain di alam juga mengenal Tuhan sedini mungkin. Maka dari itu juga kami sudah memakaikan jilbab sedari bayi, agar rasa cinta pada agama-Nya sudah timbul sedini mungkin.
Aamiin

Nak, kamu tidur sih, padahal isi museum itu menarik lho...ada berbagai macam telepon jaman dahulu, ada replica kepingan2 logam mulia, ada banyak contoh uang Negara kita dari jaman dahulu juga uang dari negara2 lain seluruh dunia dan banyak lainnya.

Next destination kemana yaa???
Tunggu cerita selanjutnya





1 Juni 2016

Kamis, 04 Agustus 2016

Kado Tahun Baru 2016 & Pelengkap 2015

Niat hati menulis kelahiran sang anak sudah lama tapi males bgt buat eksekusi. Alhamdulillah selesai juga...

Bulan Mei 2015, aku dinayatkan positif hamil, Alhamdulillah tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan buah cinta kami (aku dan mas vierda), ya kami menikah 8 Maret 2015. Aku sangat menjaga kehamilan ini dengan sangat hati2, aku juga makan2an lebih bergizi lagi dan aku tetap aktif berolahraga (yoga) dikantor. Minggu demi minggu, ku jalani kehamilan ini. Alhamdulillah tidak terlalu merepotkan, tidak eneg, hanya mual2 sedikit. Makin hari makin membesar, hasil usg menunjukkan janin perempuan. Sampai tiba usia 9bln-an, aku memutuskan untuk cuti melahirkan pada tgl 24 Des, tapi di hitungan kantor mulai 28 Des, karena 25-26 Libur Nasional...horeee

30122015 Aku diantar suami untuk kontrol ke dr.spesialis paru untuk mengetahui kondisi asma ku dan dr.anastesi untuk diberitahu akan disuntik dimana saja nanti sebelum operasi sc. Selesai kontrol sekitar pukul 12, perut ku mulaaasss sekali, aku pun mencari bangku yang bisa duduk selonjoran, tarik nafas, pegang perut sambil meringis kesakitan. Sudah sekitar sejam akhirnya diputuskan untuk pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang dan sampai dirumah pun mules n sakit masih berlanjut. Malam pun tiba, aku tidak bisa tidur karena mulas n sakit lebih menjadi sampai akhirnya pagi tiba. Masih terus merasakan sakit, aku masih menyempatkan untuk mandi, akrena aku kepikiran klo jadi operasi hari ini aku akan mandi seminggu lagi, hikssss

Setelah itu, akhirnya diputuskan untuk ke RS karena takut sudah waktunya melahirkan, berangkatlah aku n mas vierda, dalam perjalanan mulesnya Naudzubillah. Sampai di RS menurut suster sudah pembukaan 3, langsung disipkan keperluan operasi secepatnya. Mama n keluarga sudah pada datang untuk menemani ku. Lalu saatnya tiba masuk kamar operasi, suntik sana-sini, paling sakit suntik didaerah pinggang belakang. Yaaa reaksinya langsung lemas di badan...mulailah operasi, aku hanya bisa mengintip dari lampu operasi atau dari besi pembatas badanku, tidak lama kemudian...oeee oeeee oeee lahirlah bayi mungil. Alhamdulillah Ya Rabb, langsung ku tanya suster, sehat kan? Alhamdulillah sehat bu, lalu suster memberikan pada ku untuk IMD. Bayi ku lahir pada pukul 12.38, hari Kamis, 31 Des 015, BB 2.8Kg, PB 49cm.





Selesai operasi, badan ku super menggigil, setelah bisa dipindah ke ruang pasca operasi, badan ku diselimuti, sampai kurang lebih 1 jambaru kembali ke suhu normal. Alhamdulillah tidak lama kemudian dipindah ke kamar perawatan. Alhamdulillah legaaaa.
Sore menjelang, akhirnya mama, adek2 n saudara ijin pulang karena ini malam tahun baru pasti macet banget. Ya, hari ini hari terakhir 2015 dan aku mendapat kado teristimewa, seorang bayi mungil yang cantik juga sehat :). Kami menikmati malam tahun baru di RS dengan hanya mendengar bunyi petasan dan kembang api. Di RS Hermina, waktu anak bersama sang ibu cukup banyak, malam hari dari pukul 19.00-05.00 jadi bisa menyusui sepuasnya.



Malam-malam di RS, Aku tidak tidur sama sekali, karena dd bayi terus menyusu, aku bisa tidur jika bayi diambil suster untuk dipindahkan ke ruang abyi. Oya aku belum cerita yaaa pasca operasi itu luar biasa sakit n susah, mau gerakin pantat aja susahnyaaa ampun, apalagi mau jalan kaki...sabar-sabar bu, hehehe.



Hari ke-2, aku dan mas vierda diskusi nama anak kami, akhirnya disepakati nama "Cahaya Dhira Caelina" yang artinya Cahaya yang menyinari surga dengan kebijakan. aamiin

Doa kami cukuplah sederhana untuk mu wahai anak ku
Cukuplah engkau menjadi Cahaya kami di akhirat kelak
Cukuplah engkau menjadi Cahaya di keluarga
Cukuplah engkau menjadi Cahaya di agama kita, dipergaulan, disekolah dan sekitar mu. aamiin.



Lengkap tahun 2015 ini Ya Rabb, menikah 8 Maret 2015, melahirkan akhir 2015.
Tapi alm.bapak ku ga bisa lihat moment ku menikah dan punya anak, akrena beliau sudah mendahului kami.
Pak, Amah sudah nikah dan punya anak...itu saja yang selalu aku ucapkan jika kangen bapak.

Maka Nikmat Tuhan Mana Yang Kau Dustakan


Jakarta, 7 Juni 2016

Selasa, 25 Agustus 2015

Setahun Sudah Kepergian Sang Malaikat Keluarga Kami


          
           Hari ini, genap setahun yang lalu Bapak meninggal dunia. Sore itu (Senin), saat hendak pulang kerja, aku dikabari mama klo Bapak sakit dan disuruh pulang segera, dan memang itu sedang perjalanan pulang naik kopaja menuju stasiun. Mama terus menghubungiku, yang saat itu masih berada di krl. Sampai akhirnya Mama bilang klo Bapak sudah meninggal. Jadilah Aku menangis seorang diri di krl, langsung jongkok lemas...Nangis, sedih, lemas semua jadi satu, ingin sampai rumah secepatnya.
Langsung aku hub. abang ku Iqbal, nangis lagi...tak hentinya lah menangis di dalam krl saat itu. Aku juga menghubungi Mas Vierda yang saat itu belum jadi suami ku dan kebetulan ada di Jkt. Sesampainya di St. Citayam, langsung naik ojek, sampai dekat rumah bendera kuning sudah berkibar yang membuat badan ku semakin lemas.
          Sampai dirumah, Bapak sudah terbujur kaku terbungkus oleh kain panjang, rumah sudah ramai dengan tetangga, langsung aku peluk Mama, menangis lah sejadinya aku dipelukan Mama.
Bapak, Ma, Bapak ninggalin kita, Bapak ninggalin Amah..itu saja yang aku ucapkan.
Aku peluk Bapak sambil berucap, Bapak, kenapa ninggalin Amah, Bapak belum nikahin Amah, Bapak ga sayang Amah....
         Malam pun tiba, tetangga, teman, saudara sudah banyak yang datang...Dede-Ferry, Aay-Tata pun tiba, yang belum datang adalah Uda Iqbal-Shofi-Eqi, penerbangan terakhir dari Surabaya. Berhubung Kakak tertua belum sampai (Uda Iqbal) jadilah yang diajak diskusi masalah pengurusan jenazah adalah aku...begini begitu saudara n tetangga menyarankan.
Akhirnya Uda Iqbal-Shofi-Eqi sampai juga di rumah sekitar pukul 00.30, langsung Uda beri salam n cium tangan ke Bapak.."Pak, Iqbal pulang Pak", malam makin larut, aku pun tidur disamping Bapak, semacam tidak rela akan kepergian beliau,
          Esok hari, tetangga, saudara n teman2 semakin banyak yang datang, kami bergegas mengurus jenazah Bapak, kami ber-4 beradik kakak, memandikan beliau tubuh renta yang sudah merawat dan mendidik kami dengan segala kemampuannya, tubuh yang sudah melanglang merantau sampai ke Bima untuk mencari nafkah demi keluarga, tubuh yang terkena teriknya sinar matahari karena harus berjualan kaki lima, kaki yang lemah karena harus berjalan kaki karena tidak ada ongkos pulang....tubuh tua yang bersih tanpa luka sedikit pun tanpa kotoran sedikit pun, tubuh yang tidak ada cacatnya...Alhamdulillah
           Selesai dimandikan segera di kafani dan dishalatkan, aku, Mama n dede sigap segera ikut berjamaah, awalnya Uda Iqbal yang akan menjadi Imam shalat jenazah tetapi tidak kuasa akhirnya digantikan oleh Ayah (Bapaknya Shofi/Mertua Uda Iqbal), Setelah itu segera d makam-kan di tanah wakaf dekat dengan rumah...Saat prosesi pemakaman Mama tak kuasa akhirnya pingsan, dede yang sedang hamil pun disuruh istirahat di musholla dekat makam, Aku masih kuat mengikuti prosesi pemakaman, sampai akhirnya perjalanan pulang, kaki ini lemas, jadilah aku di gotong sampai ke rumah.
-----------------------------------
        Senin pagi, sebelum berangkat bekerja, aku pamit ke Bapak dan mengutarakan "Yang sabar ya Pak, yang Ikhlas, sakitnya" Bapak pun mengangguk. Amah berangkat kerja dulu ya Pak...
Dede & Ferry tidak sempat pamitan karena saat mereka hendak berangkat, Bapak baru saja tertidur, kasian klo di bangunin.
         Aaahh kenapa begitu cepat Bapak pergi, Aku yang masih suka melawan, ngomel, belum bisa bahagiain Bapak, belum bisa pergi hajiin/Umrohin Bapak padahal niat sudah ada, Aku belum lulus kuliah, skripsi males ngerjain tapi Bapak yang selalu mengingatkan, Bapak yang tidak bisa pimpin khitbah-an aku dengan Mas Vierda, Bapak yang tidak bisa jadi wali nikah Aku, Bapak yang tidak bisa lihat anak Aay-Tata, Dede-Ferry, Uda Iqbal-Shofi...Padahal jikalau Bapak lihat pasti seneeeeng banget, cucu Bapak ganteng2, cucu Bapak pintar2.
      Bapak...
Sekarang Amah sudah menikah dengan Mas Vierda, Amah dikhitbah tgl 131214, Amah menikah 080315 dan sekarang Amah sudah hamil Pak 22 Minggu. Alhamdulillah Pak, Amah nikah ya Pak, Bapak yang selalu khawatir akan diriku yang belum juga menikah di usia sudah hampir 30th.
Pak, Alhamdulillah Amah sudah lulus kuliah, Anak Bapak & Mama yang jadi sarjana jadi 3 orang. Maafin Amah ya Pak lulusnya telat, padahal Bapak sudah ingetin sudah cerewetin agar segera menyelesaikan skripsi....
      Aaaaahhh semua berita baik ini hanya bisa Amah tulis Pak, tanpa bisa Bapak menyaksikan dan turut serta merasakan kebahagiaan bersama kami.
Oya rumah yang di TajurHalang, yang waktu itu Mama ikut Amah buat liat lokasi, Bapak sempat berucap "Klo Bapak sehat, Bapak mau juga ikut tuh Lok" Aku jawab "Ya ga usah Pak, baru masih berupa tanah, nanti saja klo sudah jadi rumah baru Bapak lihat",
Alhamdulillah InsyaAllah kami (Amah, Dede n Aay) bisa tinggal berdekatan cuma beda blok saja...Klo Bapak tahu, pasti sangat bahagia, anak2nya sudah punya rumah sendiri.

Bapak....
Al-Fatihah, Doa, Amal Jariyah, ANak shaleh/shalehah akan kami terus lakukan. Agar Engkau di beri tempat terbaik, Agar dilapangkan kubur.
Allah lebih sayang Engkau dibandingkan Kami.

Tunggu Kami di Surga yaaa Pak, Kita selalu berdoa, agar dapat berkumpul di Akhirat kelak. Aamiin

*Salam dari Mama, Uda Iqbal-Shofi-Eqi-Sarah, Aay-Tata-Air, Dede-Ferry-Aqil juga Mas Vierda, Garfield, Bohay juga kura2 di rumah.

                                                                                                   Anakmu juga calon cucu mu

                                                                                                             Siti Marhamah

*kantor, 25 Agus 2015
*ditulis dengan derai airmata





Senin, 02 Maret 2015

InsyaAllah ikhtiar yang terjawab :)

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah mempercayakan Saya dengan ikhtiar menggenapkan 1/2 dien dan dalam rangka menjalankan sunnah Rasulullah SAW.
Tidak ada kata terlambat bagi Allah SWT, yang ada hanya kata Terbaik...

Ya InsyaAllah tgl 8 Maret 2015 ini Saya akan melangsungkan pernikahan dengan mas Ahmad Firdaus.
Sosok yang sudah Saya kenal sekitar 4th lalu dari sebuah komunitas muslim terbesar di Indonesia yaitu myQuran dalam pendakian ke Gunung Lawu bersama myQpala.
Biar pun sudah kenal 4th tetapi kami baru dekat sekitar bulan Juni 2014 dan Alhamdulillah tiba saatnya di khitbah bulan Desember 2014. Kenapa jaraknya jauh? karena bulan Oktober, mba Ummi (mbak mas Vierda menikah).
Bulan Desember itu sudah memasuki 4bln Ayah Saya meninggal dunia, sedih rasanya khitbah tidak ada sang Ayah. Tetapi Alhamdulillah Ayah sudah mengenal dan 2x bertemu dengan mas Vierda. 



Pernikahan nanti, akan di walikan oleh Abang Saya Tercinta, sangat sangat sedih bukan di wali kan oleh Ayah Saya tetapi kemarin Kami sudah ke makam untuk mengobrol/memberitahu ayah klo kami akan menikah.

Sedikit kata dari hasil sharing dengan salah satu teman/senior yang Saya hormati

Setan sedang menghembuskan nafasnya memunculkan keraguan-keraguan.
Karena menikah adalah sunnahNya. Makanya tidak akan terima dia (setan)
Gak akan terima seorang HambaNya menyempurnakan setengah agamaNya
Dibisikkanlah gak cocok, bukan jodohnya, batalin aja, pancing emosi.

Saling menguatkan kokoh dan menyemangati memberi solusi

Sharing tsb dimana hati Saya masih ada rasa bimbang.
Terimakasih Pak atas sharingnya

Mohon doa dari Bapak/Ibu, Saudara-Saudara juga teman-teman semua
Dimohon kehadirannya di acara ini, acara sederhana saja yang penting terasa kekeluargaannya :)








                                                                                                         Salam hormat
                                                                                                         Siti & Vierda

Jumat, 23 Januari 2015

Kehilangan Teman Diskusi Terbaik

Hari ini, berita politik makin ramai.
Sebelum 25 Agustus 2014, Aku n Bapak sering berdiskusi ttg politik, ttg travelling, ttg agama, ttg kebudayaan semua hal.
Yaaa semua hal, Kami bicarakan, tetapi lebih banyak Bapak yang berbicara, Aku lebih menjadi pendengar saja karna sesungguhnya Bapak butuh teman mengobrol.

Tetapi semenjak tgl 25 Agustus 2014, Aku sudah tidak bisa lagi berdiskusi, berbincang, dengan Bapak. Tak ada lagi debat, tak ada lagi beda pendapat, Aku pun tidak bisa lagi berbincang tentang perjalanan trip ku, cerita naik gunung, pergi kemana dsb.

Mulut ini seolah terkunci dengan gembok yang hilang entah kemana.

Sebelum kepergian Beliau, hanya Aku yang masih tinggal di rumah, sedangkan Abang n 2 adikku sudah berumahtangga, Jadi yaaa Aku lha teman mengobrol selain Ibu.

Pak, yg jd Presiden saat ini adalah Pak Jokowi sesuai dg pilihan Bapak, hari ini ramaaii sekali berita KPK vs PDI. Seandainya Bapak masih ada, akan seru diskusi Kita.

Hmmm jadinya, hari ini Aku hanya berdiskusi dengan teman kantor saja, ini membuat Aku menjadi sangaaatt kangen dengan Beliau.
Ga pernah ke siapa pun, Aku kangen seperti ini.

Ya Rabb, Lapangkanlah Kubur Beliau
Ya Rabb, Jauhkanlah Beliau dari siksa kubur
Ya Rahman, Tolong terima Beliau di sisi Terbaik-MU.
Aamiin

*curhattengahmalam

Selasa, 13 Januari 2015

Preview Singkat Film Tanah Mama



Awalnya hanya iseng melihat thriller film ini yaitu film Tanah Mama, kelihatannya menarik dengan view cantik tanah Papua. Tapi keinginan untuk menonton masih belum begitu tertarik.
Sampai akhirnya Minggu malam, Seseorang mengajak Saya untuk menontonnya Senin malam.
Huaaaa ternyata rezeki anak shalehah ya, hehehe

Singkat cerita sampailah Senin sore, kami bertemu lalu segera bergegas untuk membeli tiket di 21 Cineplex TIM untuk jam 19.00. Ternyata kami pembeli pertama ya ampun ga ada yang mau nonton film ini apa yaa? atau kurang promosi...
Maghrib tiba, kami shalat dulu, setelah itu kami kembali ke area TIM, Tidak lama kemudian panggilan film akan dimulai pun diumumkan, masuk kami ke theater 3, kami sudah cemas klo penontonnya hanya kami saja dan sesampainya didalam, Alhamdulillah sudah ada beberapa orang.

Awal cerita di gambarkan dengan pemandangan tanah Papua yang cantik, sebuah pulau di ujung Indonesia yang cantik dengan tanah yang sangat subur juga sumber daya alam melimpah.
Dibalik keindahan alamnya, dibalik wisata alamnya yang menggeliat hingga ke dunia luar masih banyak penduduk asli yang hidup dalam kemiskinan, dalam film ini bercerita sebuah keluarga dengan sang Ibu/Mama bernama Halosina bertempat tinggal di Yahukimo, ini sekitar 5 jam perjalanan dengan jalan kaki dari pinggiran kota Wamena. Daerah Yahukimo ini memang mata pencahariannya dengan berkebun ubi. ubi disana besar-besar daripada ubi yang ada di daerah jawa.

Mama Halosina ini memiliki 4 orang anak, satu diantaranya masih balita. Mama Halosina ini seolah ditinggal pergi oleh suaminya yang memang mempunyai istri muda dengan 4 orang anak juga. Mama Halosina ini berjuang sedemikian rupa untuk 4 anaknya sampai suatu hari tidak ada uang tidak ada bahan makanan yang dimasak akhirnya memutuskan untuk mengambil  ubi di kebun milik adik iparnya, mama ini mengambil ubi dengan cara yang benar di gali baik-baik dan menutupnya kembali setelah mengambil ubi. Tetapi sang adik ipar tidak bisa menerima perbuatan mama, beliau melaporkan perbuatan mama ke kepala desa/kepala adat dengan tuduhan mencuri, di desa ini sudah ada kesepakatan jika mencuri harus kena hukuman yaitu membayar denda dengan seekor babi atau uang Rp. 1.000.000. 

Mama Halosina sudah menjelaskan keppada kepala adat bahwa  dirinya tidak berniat mencuri, yang diambil itu kebun milik adik iparnya sendiri bukan kebum milik orang lain, jadi dia beranggapan itu bukan mencuri karena keluarga. Kepala adat tetap meminta Mama untuk membayar denda dengan cara di cicil.
Mama Halosina pindah ke rumah adik perempuannya karena di tempat tinggalnya tidak bisa mendapatkan makanan karena tidak diberi kebun oleh suaminya.

Sampai suatu hari, sang suami datang menemui mama Halosina ini lalu mereka bertengkar, Mama sedih karena dia harus terpaksa mengambil ubi di kebum milik adik ipar untuk bertahan hidup sang anak-anak, mama terus saja mengungkapkan kekesalannya pada sang suami kenapa tidak mau ikut menemui kepala desa dan membantunya mencari jalan keluar membayar denda, sedangkan saat sang suami terbelit hutang, Mama Halosina ini rela meminjam uang kekeluarganya di kota, kenapa saat mama Halosina yang tertimpa masalah seolah sang suami angkat tangan tidak mau membantu tidak mau bertanggungjawab atas anak-anaknya. Mama juga kesal kenapa dia tidak diberi kebun untuk menanam ubi dsb sehingga bisa menghasilkan untuk makan anak-anaknya. Sedangkan istri ke-2 nya ini diberi kebun dan disekolahkan di sekolah terdekat. Sang suami mengatakan bahwa perlakuan antara istri-istrinya ini adalah perbuatan adil.

Apa adil? perbedaan mencolok ya teman2 masa di bilang adil, heheehe. Saking Mama Halosina kesal, Sampai ada satu kalimat yang keluar dari mulut mama yaitu "kamu bisanya hanya bersetubuh".

Waktu terus berjalan sampai akhirnya Mama dipanggil lagi oleh kepala adat, tetapi belum ada yang bisa dicicil oleh mama. Sang suami juga sudah di tegur oleh tetangga sekitar rumah kenapa sampai tidak bertanggung jawab pada anak istrinya.
Akhirnya sang suami sadar, dia membuka lahan untuk Mama Halosina dan sang adik ipar pun memaafkan tetapi Mama harus tetap membayar denda semampunya.

Sebuah perjalanan rumahtangga yang pelik, dimana poligami dengan ketimpangan yang besar disebut adil oleh sang suami.

Menurut Saya, hikmah dari film ini adalah: 
Berbuat adillah jika memang berpoligami, jangan lah berpoligami jika tidak mampu adil.
Lalu bertanggung jawablah pada keluargamu, jangan hanya maunya membuat anak saja,
Sebuah perjuangan pengorbanan seorang ibu untuk sang anak-anak agar tetap hidup agar tetap ceria layaknya anak-anak.
Semakin sayang dengan Ibu yang melahirkan, membesarkan juga mendidik kita
Jangan lagi menyianyiakan makananmu, karena diluar sana masih banyak yang kelaparan

Film dokumenter yang bagus dan menarik hanya saja kurang promosi, Saya memperhatikan beberapa kali kamera goyang saat pengambilan gambar juga warna dari view pemandangan alam Papua kurang keluar kurang WOW *ini hanya pendapat Saya yang awam akan ilmu film.
Setelah selesai film ini, ternyata hanya sekitar 12 orang yang menonton dan itu pun sebagian besar memang orang-orang berjiwa seni/film dari bahasa yang Saya dengar sesaat di pintu keluar.

Terimakasih  untuk seseorang yang sudah mengajak Saya menonton film ini 12/1/2015.
Terimakasih untuk Nia Dinata dan kru film Tanah Mama
Semakin cinta dengan tanah Papua yang entah kapan bisa menginjakkan kaki kesana.

                                                                                                 Jakarta, 13 Januari 2015, 18.10