Rabu, 24 Oktober 2018

KEPEDULIAN TUPPERWARE INDONESIA MENDONASIKAN RP.100JUTA MELALUI PENJUALAN ICHIGO COMPLATE SET


Siang itu (20/10/2018) saya dan Caca bergegas menaiki anak tangga tempat kami turun dari ojek online. Kami bergegas ke lokasi acara yaitu di: Tupperware PIM-Southskywalk Lt. 2, Pondok Indah Mall. Kami akan menghadiri acara yang bertema Breast Cancer dengan narasumber dr. Petsy. Saya mencari kesana kemari lokasi acara, seingat saya, ini kali pertama saya ke mall ini, jadi wajar sedikit bingung. Akhirnya ketemu jua ini tempat, hehe. Saya merasa, jarang2 bisa datang di suatu acara sebelum acara itu mulai. Dan benar saja, saya absensi ke-2, hehehe. Alhamdulillah

            Acara masih 30 menitan lagi mulainya, saya ijin untuk shalat Dzuhur dahulu. Selesai shalat, ternyata mulai banyak peserta yang hadir. Kami sibuk foto2 dengan produk2 dari Tupperware. Duh duh, ngeliatnya saja bikin senang yaaa, apalagi bisa memilikinya *tsaahh kaya apaan aja ya. Jadi semuaaa wadah buat perintilan2 dapur ada dsini, mulai tempat naro gula, kopi, beras, dispencer bahkan sampai penggorengan dan panci, pokoknya lengkap deh. 



Foto saat acara dan foto dengan produk2 Tupperware
        Jam 13.30, acara dimulai, di buka oleh mba Cindy, mba Cindy ini sekaligus Brand Communication Tupperware PIM. Setelah pembukaan oleh mba Cindy, acara di lanjutkan oleh dr. Petsy, dokter cantik ini menjelaskan tentang kanker payudara, kanker payudara adalah pembunuh no.1 perempuan di Indonesia. Dokter menjelaskan bahwa tidak ada  penyebab pasti dari kanker payudara,yang ada hanya faktor resiko terjangkitnya kanker payudara, salah satu pencegahan yaitu dengan pola hidup sehat, apa yang kita makan itu sebaiknya tidak instant, lebih baik sedikit repot memasak asal tidak instant, kurangi makan makanan yang di goreng dan di bakar, jika memang harus menggoreng, minyak yang digunakan tidak lebih dari dua kali pemakaian, anak2 kecil mulai dari mpasi dikenalkan dengan cemilan buah2an, dengan wortel potong, sayuran dsb. Dokter Petsy juga menganjurkan untuk memakan lima jenis warna dalam satu porsi makanan dengan tambahan sayur dan juga buah. Tak lupa juga dokter mengingatkan agar selalu melakukan SADARI (memeriksa payudara sendiri) apakah ada benjolan atau tidak, jika di rasa ada benjolan, segera konsultasi dengan dokter di RS terdekat.

        Saat ini Tupperware sedang bekerjasama dengan komunitas lovepink, sedikit tentang Komunitas Pink ini adalah Organisasi nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosialisasi deteksi dini dengan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri), SADANIS (Periksa Payudara Secara Klinis), dan pendampingan bagi sesama perempuan dengan kanker payudara. Lovepink bergerak dengan basis komunitas survivors yang bekerja secara sukarela untuk mendukung visi dan misi organisasi. Untuk lebih lengkapnya teman2 bisa membaca disini  http://www.lovepinkindonesia.org/. Sebagai bentuk kepedulian Tupperware terhadap wanita di Indonesia, maka Tupperware mengadakan program dengan menjual Produk Ichigo Complate Set, jadi konsumen yang membeli produk ini akan turut berpartisipasi mendonasikan hasil penjualannya kepada Komunitas Lovepink ini dengan jumlah total donasi 100 juta, dana ini ditujukan untuk penyediaan alat pendeteksi dini. WOW Sungguh program yang mulia.

dr. Petsy selesai memberikan penjelasan tentang Breast Cancer


              Selesai penjelasan dari dokter, acara dilanjutkan dengan demo membuat salad dan masker oleh bu Nila dan bu Yuli.  Bahan-bahan yang dipakai, semua bahan segar, ada ketimun, selada air, wortel, kol ungu, proses membuat saladnya pun sangat mudah dan cepat, yaitu menggunakan Speedy Mando. Speedy Mando ini bisa mengiris bahan2 setipis mungkin lho, hasil irisannya juga konsisten, klo kita biasa mengiris pakai pisau kan, kadang ada yang tebal ada yang tipis, nah klo pakai Speedy Mando, akan tetap tipisnya karena memiliki 2 mata pisau stainless, bisa mengiris setipis 1mm. kereeen banget yaaa. Speedy Mando ini bisa juga lho untuk mengiris jahe, kentang, almond, cokelat dsb,

Ibu Nila sedang demo mengiris ketimun menggunakan Speedy Mando
 Naah Speedy Mando ini dilengkapi dengan aneka fitur, yaitu:
1.      Speedy Mando dilengkapi dengan pisau tajam yang mampu mengiris tipis 2x lebih cepat dibandingkan dengan pisau biasa,
2.      Speedy Mando memiliki blade berupa 2 mata pisau stainless steel, yang mampu mengiris setipis 1mm 2x lebih presisi, konsisten, cepat dan praktis.

Masih ada 5 fitur lainnya tentang Speedy Mando ini, teman2 bisa baca di : https://www.tupperware.co.id/produk/19182/SpeedyMando, Dibaca ya di kepoin yaaa webnya, biar teman2 bisa sekalian liat produk lain dari Tupperware, nah beli deh produknya terutama yang Ichigo Complate Set, belanja sekaligus beramal, kerenn banget tuh.

Setelah semua bahan diiris, tinggal di tuang dengan mayonaise, aduk dan salad pun siap di santap. Sangat cepat dan praktis bukan? Jadi ibu-ibu tidak perlu berlama-lama di dapur, masih bisa langsung kepoin deh IG atau web nya Tupperware.
Acara ini dihadiri oleh Komunitas Tau Dari Blogger

Komunitas Tau Dari Blogger bersama dengan dr. Petsy

Rabu, 17 Oktober 2018

Mengenalkan Perpustakaan sedini mungkin pada anak


       Bisa di bilang, Saya ini suka baca buku. Tapi bukunya ga jelas apa, hehe, karena kebanyakan novel. Koleksi buku di rumah pun lumayan banyak, ada buku agama, fiqih, sirah nabawiyah, biografi dsb. Dulu sewaktu masih single, rajin banget baca, waktu saya banyak membaca yaitu di krl, yaa sebagai krl mania, waktu tempuh ke dan dari kantor total bisa 2-3.5 jam, waktu yang sangat lumayan kan untuk menghabiskan buku.
Yaa ga melulu baca buku sih, sesekali juga baca Al-Quran, main hp n tidurrr...Zzzzz.

       Nah, semenjak punya anak, waktu membaca saya banyak terbuang, dalam krl saya lebih memilih aktifitas dengan hp entah itu membaca artikel/berita/medsos atau mantengin flashsale marketplace, hehehe, *emak2bangetya, satu yang ga ketinggalan sebisa mungkin klo dapat duduk adalah tidur.
Seiring berjalannya waktu, anak saya bertambah besar, saya tersadar, "wah, gw ga bisa terus kaya gini nih (males baca buku)!" Gw harus kembali ke jalan yang lurus *selama ini agak bengkok, hehe, gw harus rajin baca lagi, biar nular ke anak gw, biar anak gw bisa tau dunia dari membaca, biar ga kuper, biar smart dan biar biar lainnya.

       Salah satu cara biar semangat membaca saya move on, saya mengajak anak saya pergi mengunjungi Perpustakaan Nasional. PerpusNas duluuuu itu setau saya cuma ada di Jl. Salemba Raya. Tapi sekarang sudah ada di dekat Monas, dekat balaikota tepatnya di Jl. Medan Merdeka Selatan no.11, RT.11/RW.02, Gambir, Senen, JakPus 10110.
Lebih lengkapnya tentang perpustakaan nasional bisa di liat disini http://www.pnri.go.id/

       Sebelum masuk ke gedung PerpusNas, terdapat bangunan bergaya batavia, didalamnya terdapat lukisan, replika sepeda tua sebagai perpustakaan keliling, setelah dari bangunan itu, kita diarahkan ke gedung belakang yaitu Perpustakaan Nasional, dari pintu utama terlihat rak buku yang sangaat tinggi, terlihat megah dan tertata rapi.



         Kita harus bangga lho dengan PerpusNas ini, karena jadi yang tertinggi di dunia dengan koleksi buku yang sangat banyak juga beragam dan sejumlah fasilitas dan desain ruangan yang menarik.
Saya mengajak anak ke bagian anak2 ada di lantai 7 Di lantai tsb juga ada rungan perpus untuk orangtua/lansia dan difabel.

      Di depan pintu masuk bagian anak2, terdapat loker tempat menyimpan sepatu, lalu kita bisa menitipkan tas di loker dekat duduk petugas. Di dalam ruangan tsb, dinding di lukis bermacam2 warna dan bergambar tokoh-tokoh legenda Indonesia lalu di sepanjang pojokan juga terdapat sofa2 empuk, lalu di pojok sebelah kanan juga ada semacam playground (ada mobil2an, kuda2an, mandi bola, lego, boneka dll), rak2 buku juga penuh dengan buku-buku yang menarik, bangku meja untuk duduk anak2 juga tersedia.

Caca asik bermain di playground


     Tentunya, untuk anak seusia 2tahunan, tentu belum begitu melirik ke buku, yaa paling mereka cuma ngambil buku buka-buka gitu terus udah deh, mereka lebih milih main mainannya, naik mobil2an dan kuda2an.

Kunjungan pertama & kedua Caca di PERPUSNAS

      Bahagia bisa melihat anak saya bisa ke Perpus ini, setidaknya ini salah satu cara saya mengenalkan buku ke anak, cara lainnya tentu saya mencontoh kan dan membacakannya sebelum tidur atau saat santai di rumah.
Sebelum ke Perpustakaan Nasional ini, saya juga sudah mengajak anak saya ke perpustakaan umum daerah yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki, JakPus. Banyak koleksi buku juga mainan2 edukatifnya.

Caca sekitar usia 6 bulan @PerpustakaanUmumDaerah

Caca sekitar usia 6 bulan @PerpustakaanUmumDaerah




















Semoga kelak, dengan contoh dan usaha saya ini, anak saya bisa mencintai dan gemar membaca buku.


#anak
#balita
#perpustakaan
#buku
#dongeng

Kamis, 23 Agustus 2018

Agustusan 2018 ke G.Prau bersama si kecil Caca (2th7bln) jalur Dieng Wetan




     Perjalanan ke G.Prau ini adalah mimpi/keinginan ku sejak beberapa tahun lalu, dan Alhamdulilllah tahun ini terwujud bahkan bersama suami dan anak kami (Caca).
Sebagaimana mimpi ku ke Lombok dari beberapa tahun lalu untuk naik G, Rinjani lalu main ke Lomboknya atau pun honeymoon ke Lombok, pengeeen banget terwujud saat itu. Jadi th 2014, sudah beli tiket PP ke Lombok untuk ke Rinjani, eh batal karena Adek cowo nikah nya dimajuin, lalu habis nikah sudah beli tiket juga mau Rinjani sama suami n teman, batal juga karena hamil, Alhamdulillah kesampaian tahun 2018 bulan Januari lalu, bersama suami dan anak pas acara kantor.
Yaaa kadang doa-doa kita itu tidak langsung dikabulkan saat itu juga atau dalam waktu dekat tapi bisa juga dikabulkan beberapa waktu akan datang atau mungkin juga tidak dikabulkan.

Doa ku yang masih belum dikabulkan adalah bisa Ibadah ke Mekkah bersama Ibu, Suami juga Caca. Semoga segera terwujud, Aamiin Aamiin Ya Rabb.

        Jadi, G.Prau ini adalah salah satu gunung yang tidak terlalu tinggi, untuk pemula masih rekomen, maka aku dan suami, memberanikan diri untuk kesana dengan membawa Caca. Info dikumpulkan lewat jalur mana yang landai karena bawa anak juga dengan teman2, ada yang masih pemula juga, dikumpulkan massa yang akhirnya dapat 12 orang, bisa saja jadi 16 orang asal mobil elf nya ganti jadi 19 seat, tapi mobilnya sudah habis tersewa, jadi diputuskan hanya tetap 12 orang saja demi kenyamanan di dalam mobil tidak terlalu full orang.

Rencana pemberangkatan itu tgl 16-19 Agustus 2018, 16 Agus malam jam 20 tetapi mobil baru tiba pukul 22.50, langsung jalan dan keluar di tol jatiwaringin untuk menjemput 2 orang teman. Sebelum mobil tiba, 2 orang teman menunggu di lobby, teman lainnya menunggu di ruangan aku dan reni. Setelah dari jatiwaringin, masuk tol lagi dan terus meluncur sampai Dieng dengan beberapa kali istirahat, sampai lah di Dieng sekitar pukul 15.30-an, langsung daftar untuk 13 orang, ada yang mandi n packing ulang, makan sebelum nanjak dan tepat setelah maghrib kita berangkat.



Bismillah, awal jalur masih terlihat perkebunan warga, aku mempersilakan teman2 untuk jalan duluan, karena aku bawa Caca pasti lama, tapi ada yang setia menemani yaitu Igar, setapak demi setapak di lewati, Caca masih semangat jalan, perkebunan warga sudah lewat mulai masuk hutan ga berapa jauh akhirnya sampai tiba di pos 1, jalan terus, Caca mulai merengek2, mulai bilang “Tapi kan aku capek”, “tapi kan aku mau duduk” begitu terus sampai pos 2, sambil sesekali di gendong, aku hanya kuat 30 langkah, gantian digendong mas vierda, dan digendong mas Vierda pun harus dengan bujuk rayu, karena Caca lagi mau sama aku teruuusss, lagi ga mau sama ayahnya.
“aku mau digendong”, tapi aku mau duduk, tapi aku mau bobo” begitu terus sambil main tunggu2an sama Igar,
Igar: “Caca, om Igar disini nih, ayo susul”,
Caca: Om Igar tunggu,
Caca juga ga mau terus di gendong, padahal mas vierda n Igar mau gendong, Caca terus melontarkan kata2 ini: “tapi aku kan mau jalan sendiri” begitu terus, kami menjaga jangan sampai Caca tertidur baik saat jalan sendiri maupun sedang digendong, karena akan tambah berat dan sulit jalannya. Sampai akhirnya ketemu pos 3 masih terus jalan menuju puncak, Caca masih terus merengek, “tapi celana aku kan basah”, aku sebgai ibu nya menjawab, mama juga basah, nak sedikit, di jawab lagi aku basah banyak, ganti ganti…jangan Nak ini banyak debu ga boleh ganti dsini, “tapi kan aku mau bobo, tapi aku kan mau duduk, tapi celana ku basah, tapi aku kan capek, tapi aku kan mau di gendong”, ahhh Nak, kesan orang lain, kami memaksa mu naik gunung klo mereka mendengar celotehan mu ini. Daaan akhirnya sekitar pukul 22.30 tiba di tempat camp, manggil teman2 ga ada yang balas panggilan kami, jalan terus terus dan alhamdulillah ketemu dengan 3 tenda teman kami, Caca masuk ke tenda Reni n Hanif, langsung bersih2 dan benar, Caca pampersnya sudah bocor, 2 celananya basah kuyup…hmm pantas saja kamu tidak nyaman ya, Nak. Langsung ganti baju Caca, pakai minyak, jaket, jilbab, kaos kaki dan kupluk. Selesai tenda Caca berdiri, dibantu para om, Caca pindah tenda. Dalam tenda Caca merengek minta milo, baru juga selesai dibuat, Caca sudah keburu tidur. Total perjalanan nanjak 4.5 jam.

Ca, kamu hebaat, luar biasa, Nak, Mama sama ayah kagum n bangga sama kamu, Mama janji beliin eskrim pas turun nanti.

Saatnya aku dan mas vierda siap2 tidur setelah bersih2, satu plastik isi kaos kaki kami dan sarung tangan Caca entah kemana, akhirnya aku tidur tanpa kaos kaki, Caca tanpa sarung tangan, aku ga bisa tidur nyenyak takut Caca sakit, dan telapak tangannya dingin bangeettt, langsung bangunin mas Vierda untuk nyalain kompor dan masak air agar kondisi tenda terasa sedikit hangat, Caca dimasukin sleeping bag bareng aku, setelah beberpa lama, kondisi telapak tangan Caca sudah menghangat/normal, Alhamdulillah. Aku juga kedinginan karena tidak pakai kaos kaki ditambah sb yang ku pakai (punya Eva) sama sekali tidak hangat, hadeuuhh ampun ini sih, mana anginnya kenceng bgt bgt bgt.

Pagi tibaaaa, teman2 naik ke bukit teletubies untuk melihat sunrise, aku yang belum pernah kesana, tidak turut serta, aku mending di tenda jagain Caca. Saat teman2 melihat sunrise, aku mulai bersiap2 bikin sarapan, masak nasi, kupas2 telor puyuh n potong2 bakso, lanjut memasak sayur sop di bantu teman2 dan makan bersama. Setelah itu kami packing,sambil nunggu Caca bangun. Saat aku sedang packing, Caca bangun, lalu aku siap2 bersih2in Caca dan tenda siap dibongkar. Yuhuuuu selesai semuaaa, foto2 sama Caca, foto bareng dan siap pulaaang.





        Perjalanan dari camp harus melewati puncak karena kita memilih jalur yang sama, yawdah deh nanjak2 lagi, tapi Alhamdulillah biasa aja sih ga ekstrem, Caca aja bisa kok tanpa digendong, sambil foto2, sampai dipuncak sudah penuh dengan pendaki lain dan teman2, foto bareng lha kita di puncak Prau…aihh syenaangnya. 

Ca, itu disana Telaga Warna



 
      

       Selesai foto2, kita melanjutkan perjalanan turun, perjalanan turun ini terasa lebih cepat, Caca yang belum terisi perutnya Cuma masuk telor puyuh 3 butir saja, selalu merengek capek dan akhirnya mau di gendong, kami terus menyusuri jalurnya eh tau2 sudah pos 3, turun lagi Caca gantian2an di gendong dan jalan sendiri eh sudah pos 2, nah dari pos 2 ke pos 1 ga terlalu jauh akhirnya sampai juga di pos 1, dari pos 1 ke basecamp lebih dekat lagi dan yesss kami sampai, perjalanan turun 2.5jam.






Alhamdulillah, Caca berhasil, sehat, selamat n baik2 saja ya Nak, mama sama ayah, seneeng banget dengan perjalanan kali ini, meskipun perjalanan kali ini, bisa dibilang Caca kurang kooperatif, banyak merajuknya, mau di foto aja susaaaah bgt, tapi gpp yang penting Caca sehat. Langsung menuju warung makan dan kami memesan mie ayam lagi, sebagaimana yang sudah aku janjikan ke Caca nanti di bawah mamam mie ayam dan eskrim tapi eksrimnya nanti yaa cari toko yg sedia eskrim. Caca makan Cuma sedikit, ga habis, lalu kami bersih2, selesai semua kami menuju ke mobil. Kita menuju Candi Arjuna, yeayyy jalan2 ke Arjuna, foto2, duduk santai (udara masih dingiiin), di candi ini, peraturan tidak berjalan sebagaimana mestinya, banyak pengunjung yang menaiki candi untuk berfoto, yaahh sangat disayangkan sih, ini kan objek sejarah yaa, harusnya lebih dijaga. Selesai dari candi kita mau makan mie ongklok, mie khas dieng, ternyata sore hari sudah banyak yang tutup, akhirnya dapat di daerah Wonosobo, aku, mas vierda, nur dan feny lebih memilih makan nasi saja walaupun belum pernah makan mie ongklok tapi perut ini sudah 2hari selalu makan mie instant/mie ayam.




Sekitar jam 20-an selesai makan dan shalat, kita melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan akhirnya sampai juga di Jakarta sekitar pukul 8.

Alhamdulillah, selesai perjalanan kali ini bersama teman2, Alhamdulillah semua selamat, baik2 saja dan memang melakukan perjalanan khususnya naik gunung bersama anak kecil/bocah itu memerlukan kerjasama yang baik antara ibu dan ayah, harus punya stok sabar yang tak terhingga dan jangan sampai bicara sembarangan (mis.Caca digendong ya, klo ga, mama/ayah tinggalin nih!) Nah jangan sampai yaaa, karena kita berada di hutan bukan dirumah, perlengkapan untuk sang anak juga harus lengkap, agar sang anak tidak kedinginan, nyaman jadi dia bisa jalan sendiri dengan nyaman pula.








23 Agustus 2018
cat: dokumentasi pribadi n teman

Rabu, 02 Mei 2018

Gunung pertama untuk Caca (G.Gede) 28-29 April 2018


          Awal bertemu dengan suami di G.Lawu 2011 lalu, baru 2018 bisa naik gunung bareng lagi dan sudah membawa anak. Rentang waktu 2011-2018 cukup lama yaa tapi kami baru komunikasi lagi di 2015 dan memutuskan untuk menikah. Sesama pencinta gunung atau lebih tepatnya travelling, kami ingin mengenalkan gunung, pantai dan alam kepada anak kami dan akhirnya kesampaian *Alhamdulillah.

          Rencana membawa anak sudah ada dari tahun lalu, saat itu Caca masih berusia 11 bulan. Kami sebagai orangtua sudah yakin ingin membawa serta Caca naik G. Gede via Putri, tepi sang nenek melarang dengan alasan masih kecil. Setelah usia Caca lebih dari 1 tahun mulai dibolehkan sang nenek untuk ngemping2, awal pertama kali ngemping ke pulau Papatheo *baca juga ya ada di blog ini kisahnya, lalu kemping ceria di Curug pangeran. Melihat pertumbuhan Caca yang bagus serta pasca 2x ngemping tsb baik2 saja, kami memutuskan berani untuk membawa Caca ke gunung yang sebenarnya, Awal mula ingin ke G. Papandayan, garut lalu G. Prau, Dieng, semua gagal karena kurang peserta yang ingin ikut. Sampai akhirnya ajakan dari teman yang ingin membawa anaknya juga ke G. Gede ini pun bersambut. Saya yang sudah cuti naik gunung selama 4th (menjelang nikah-sekarang) harus memulai kembali dari 0, harus olahraga jogging, senam, naik turun tangga di kantor pun saya lakukan demi persiapan fisik. 
Persiapan untuk Caca lebih ke perlengkapan ngemping, misal beli syal, sarung tangan, jas hujan, nah klo jaket tebal saya sudah membelinya duluan saat Caca masih bayiii *haha, niat bgt kan gw.
Tanggal yang ditetapkan akhirnya tiba, ada 2 rombongan mobil dengan total peserta 13 orang (10 dewasa, 2 anak2 6-7th dan Caca). Meluncurlah kami jumat malam 27 April melewati jalur puncak yang tidak padat dan sampai sana alhamdulillah dapat tempat nyaman untuk kami tidur walau hanya beberapa jam. 
          Pagi hari tiba, kami bersih2, packing ulang dan sarapan, tepat pukul 7.30 kami mulai nanjak, lalu briefing di pos pendaftaran lalu briefing tim kami. Bismillah semua doa terbaik kami tujukan pada Rabbi Sang Penguasa Alam. Langkah demi langkah kami lalui, mulai dari perkebunan sayur penduduk setempat, lalu mulai jalur berbatu, jalur akar2 pohon semua kami lewati, Caca sangat menikmati perjalanan ini, mulai dari bawah sampai pos 2 lebih, Caca jalan kaki sendiri tidak mau digendong. Lama perjalanan  bersama Caca dari bawah sampai pos 1 sekitar 1.5jam lalu ke pos 2 sekitar 1 jam. Tiap pos kami pasti jajan, ada minuman hangat/dingin, buah semangka yang harga nya mahal 5rb/potong keciil, ada gorengan juga nasi uduk. Sengaja kami mampir, agar Caca tetap terus terisi perutnya agar tidak lapar juga terus punya tenaga. Sepanjang perjalanan banyak yang menyapa kami karena membawa balita, mulai dari bertanya usia, sudah pernah ngemping dsb, banyak yang curi2 foto Caca juga minta foto bareng dengan Caca. 'Membawa balita ikut serta dalam mendaki gunung, benar2 harus mempersiapkan mental juga tenaga yang super extra, karena sambil jalan yaa sambil mungutin batu, metikin daun, korek2 tanah *aiih buruan apa, Nak, biar cepat sampai tenda biar bisa istirahat tapi namanya balita yaa mana ngerti yaaa, hehehe.


Nah saking lamanya perjalanan kami, tim kami sudah jauh didepan, hari semakin siang dan lelah. Sampai akhirnya hujan turun di pos 3, kami memutuskan harus harus tetap jalan agar bisa segera sampai tenda, Pakai semua jas hujan n lets go. Jalur 3 ke 4 ini jalur yang lumayan berat, saya gendong keril, mas Verda gendong Caca, huufttt


          Alhamdulillahnya porter yang kami sewa turun untuk membantu kami membawakan keril yang saya gendong, ahhh Alhamdulillah lega punggung ini, tinggal mas Vierda yang masih berat gendong Caca.

 
Saya duluan karena mikir harus bersih2 duluan sebelum membersihkan Caca eh tapi sayanya tidak juga menemukan tenda tim kami, porter tadi yang membantu sedang beristirahat tidak menemani saya sampai tenda. Walhasil saya panik, sibuk teriak2 memanggil nama2 teman saya tapi tidak ada yang menjawab, maghrib pun tiba, untungnya ada tim rombongan lain yang mau membantu mencarikan lokasi tenda saya. Alhamdulillah ketemu saya peluk teman saya sambil menangis, hiksss hikss lalu saya bilang klo Caca n mas Vierda masih ada di belakang, tapi selang beberapa menit mas Vierda n Caca sampai di tenda. 
Hufftt lega rasanya sudah kumpul semua. Langsung bersih2, langsung bungkus Caca dengan jaket, kaos kaki 3 lapis, sarunga tangan dan masuk sleeping bag bareng saya, bobo lha sampai pagi.

                                                     

          Minggu pagi yang sangat cerah dan super dingin, Caca masih terlelap, sementara 2 bocah lain Kk Hilya dan Kk Ayla sudah mulai siap2 sarapan untuk bergegas pergi muncak. Caca biarin aja ga usah muncak, ga tega banguninnya, kasian sudah capek jalan. Sementara menunggu teman2 muncak, saya n teman2 yang stay di tenda, masak lagi untuk kita makan bersama dengan menu2 yang mewah. Ada nasi goreng, cah kangkung, telor dadar, tempe goreng, balado teri kacang, sambalado batanak dari IG @dapur_e_look dan buah2an yang segar (pir hijau dan jeruk). Sekitar jam 8, teman2 yang muncak sudah turun ke tenda, ya lalu sesi makan bareng siap dimulai, sementaranya 3 boach sibuk main air, happy banget mereka apalagi Caca, bisa main di air yang bersih dan segar. Sudah puas main air saatnya packing, foto2 n pulaang. 


Start pulang sekitar 10.30, sepanjang perjalanan Caca masih aja semangat lari, sampai ada beberapa orang yang videoin Caca. Di perjalanan turun pun, Caca ini masih keukeuh maunya jalan tidak mau digendong padahal jalur 4 ke 3 itu lumayan berat dan licin, jadi ya Caca sambil di gendong mas Vierda sambil nangis. Alhamdulillah sampai juga kami sekitar jam 16, waktu tempuh jauh lebih singkat darpada nanjak.

                           

      Alhamdulillah kesampaian naik gunung lagi setelah cuti 4th
      Alhamdulillah bisa naik gunung sama suami dan anak.

 




Kami sudah memperhitungkan kekuatan fisik kami, memperhitungkan fisik anak dan perlengkapan yang dibawa pun lengkap.
InsyaAllah semua aman, nyaman, sehat dan selamat.
Yang penting yakin, yakin pada diri sendiri, yakin anaknya kuat dan yakin ada Allah Sang Maha Pelindung.


Terimakasih untuk Mas Aoe, Hanif, Kang Lee, Amar, Desi, Asih, Feny n Echy.
Khususnya terimakasih pada mas Vierda yang menjadi penyemangat, penguat, penghibur aku n Caca

                                                                                                    Jakarta, 2 Mei 2018, 12.17pm